Tahun Kuda Api Jadi Penanda Akselerasi, Kadin Karanganyar Optimistis Ekonomi 2026 Ditopang Pariwisata dan UMKM
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Momentum Tahun Kuda Api 2026, yang kerap dimaknai sebagai simbol energi, keberanian, dan pergerakan cepat, dimanfaatkan pelaku usaha sebagai penanda dimulainya fase akselerasi ekonomi daerah.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Karanganyar menilai perekonomian lokal berada di jalur pemulihan yang semakin solid, dengan sektor pariwisata dan UMKM sebagai penggerak utama.
Optimisme tersebut didasarkan pada sejumlah indikator ekonomi yang mulai menguat sejak triwulan IV 2025. Aktivitas pariwisata, perhotelan, dan usaha mikro kecil menunjukkan tren peningkatan seiring kembali bergeliatnya mobilitas masyarakat serta aktivitas bisnis di wilayah Solo Raya.
Ketua Kadin Karanganyar Joko Sutrisno menyampaikan, data akhir 2025 mencerminkan perbaikan nyata pada sektor pendukung ekonomi. Kunjungan bandara tercatat meningkat sekitar 5 persen, sementara tingkat hunian hotel naik hingga 7 persen.
“Di triwulan IV 2025 indikator ekonomi sudah mulai naik. Ini menjadi sinyal bahwa roda ekonomi Karanganyar kembali bergerak dan siap tumbuh lebih cepat pada 2026,” ujar Joko, Selasa (30/12/2025).
Ia menjelaskan, prospek pertumbuhan ekonomi diperkirakan semakin kuat seiring kebijakan pemerintah daerah yang kembali membuka ruang penyelenggaraan meeting, incentive, conference, and event (MICE) di hotel dan kawasan wisata.
Kebijakan ini dinilai memberikan efek berganda terhadap perputaran ekonomi, terutama bagi UMKM lokal.
“Ketika hotel dan event berjalan, rantai ekonomi ikut bergerak. Mulai dari petani, peternak, pelaku kuliner, hingga UMKM jasa merasakan dampaknya secara langsung,” jelasnya.
Selain sektor pariwisata, Kadin Karanganyar juga mencermati meningkatnya aktivitas promosi investasi di wilayah Solo Raya.
Sejumlah forum bisnis digelar untuk mempertemukan investor dengan pelaku usaha lokal, termasuk penjajakan kerja sama dengan pengusaha asing.
“Jika pusat ekonomi seperti Solo bergerak, dampaknya pasti terasa di Karanganyar. Tahun 2026 akan kami dorong sebagai momentum penguatan investasi dan business matching,” tambah Joko.
Pariwisata tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Destinasi Kemuning dan Tawangmangu mencatat peningkatan kunjungan, didukung infrastruktur yang semakin baik, termasuk akses tol menuju Yogyakarta yang memperlancar arus wisatawan.
Tingginya tingkat okupansi hotel di Solo Raya bahkan menunjukkan peluang pengembangan hotel berbintang masih terbuka, seiring meningkatnya kebutuhan wisata dan kegiatan berbasis event.