RSUD Karanganyar Buka Layanan Hemodialisa, Pasien Gagal Ginjal Tak Perlu Antre ke Solo
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - RSUD Karanganyar resmi membuka layanan hemodialisa (cuci darah) untuk melayani pasien gagal ginjal kronis.
Kehadiran layanan ini diharapkan mengurangi antrean panjang pasien Karanganyar yang selama ini harus menjalani perawatan di rumah sakit wilayah Solo Raya.
Direktur RSUD Karanganyar Arif Setyoko mengatakan, rencana pembukaan layanan hemodialisa sebenarnya telah disiapkan sejak masa pandemi COVID-19.
Tingginya jumlah pasien dan lamanya waktu tunggu menjadi alasan utama percepatan realisasi layanan tersebut.
“Pasien cuci darah di Solo bisa menunggu sampai tiga sampai lima hari. Karena itu kami berinisiatif membuka layanan sendiri agar masyarakat Karanganyar bisa lebih cepat terlayani,” ujarnya.
Layanan hemodialisa RSUD Karanganyar resmi dapat digunakan dengan BPJS Kesehatan mulai 1 Januari.
Meski sempat direncanakan beroperasi pada Desember, pelaksanaan baru dilakukan setelah seluruh administrasi BPJS dinyatakan lengkap.
“Kalau dibuka sebelum BPJS aktif, kasihan masyarakat tidak mampu. Karena itu kami tunggu sampai benar-benar siap,” jelasnya.
Saat ini RSUD Karanganyar mengoperasikan lima unit bed hemodialisa dengan sistem dua shift per hari. Setiap proses cuci darah memakan waktu sekitar lima jam, sehingga rumah sakit mampu melayani hingga 10 pasien per hari.
Sejak resmi dibuka, sedikitnya lima pasien sudah tercatat dalam daftar antrean awal.
Bagi pasien umum atau non-BPJS, biaya sekali cuci darah berkisar Rp900 ribu, belum termasuk obat dan biaya perawatan lainnya. Umumnya pasien gagal ginjal harus menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan.
Pasien dapat mengakses layanan hemodialisa melalui rujukan puskesmas maupun pengalihan dari rumah sakit di Solo yang mengalami kepadatan antrean.
RSUD Karanganyar juga membuka kerja sama rujukan antar rumah sakit, termasuk dari wilayah timur Karanganyar.
Selain hemodialisa, RSUD Karanganyar juga membuka layanan vaksinasi internasional yang terhubung langsung dengan sistem imigrasi. Layanan ini meliputi vaksin hepatitis B, polio, meningitis, dan vaksin lain yang menjadi syarat perjalanan luar negeri, termasuk umrah dan haji.
Layanan vaksinasi ini terbuka untuk WNI maupun WNA, dengan biaya bervariasi mulai kisaran Rp200 ribuan, tergantung jenis vaksin.