Bandara Adi Soemarmo Catat 60.782 Penumpang Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026

Bandara Internasional Adi Soemarmo
Sumber :
  • VIVA Jogja

BOYOLALI, VIVA Jogja - Bandara Adi Soemarmo mencatat peningkatan signifikan arus penumpang selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

img_title Harga Tiket Penerbangan Naik, 73 Jamaah Haji Khusus Asal Solo Tetap Berangkat Tanpa Biaya Tambahan

Sepanjang periode angkutan Nataru tersebut, puluhan ribu penumpang memanfaatkan layanan penerbangan dari dan menuju bandara yang menjadi gerbang udara kawasan Solo Raya.

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Adi Soemarmo melaporkan total penumpang yang dilayani mencapai 60.782 orang, dengan jumlah pergerakan pesawat sebanyak 432 penerbangan. Data tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pada akhir tahun.

img_title Nunggu Pesawat Tapi Malah Betah: Hidden Gem Ngopi Pinggir Runway Solo Ini Bikin Lupa Pulang

General Manager Bandara Adi Soemarmo, Hery Purwanto, menyampaikan bahwa lonjakan penumpang mulai terlihat sejak beberapa hari menjelang Natal. Puncak arus kedatangan terjadi pada Minggu, 21 Desember 2025, dengan jumlah penumpang mencapai 3.673 orang.

Sementara itu, arus balik usai libur Tahun Baru tercatat meningkat pada Minggu, 4 Januari 2026. Pada hari tersebut, jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Adi Soemarmo mencapai 3.910 orang, seiring berakhirnya masa libur panjang.

img_title Barongsai Meriahkan Imlek 2026 di Bandara Adi Soemarmo, Penumpang Naik 28,73%

“Pergerakan penumpang tertinggi selama periode Nataru tercatat pada 28 Desember 2025, dengan total 4.098 penumpang dalam satu hari. Untuk mendukung kelancaran layanan, bandara juga melayani 31 penerbangan tambahan,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026).

Guna memastikan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan, Bandara Adi Soemarmo mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Udara Natal dan Tahun Baru sejak 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. 

Posko tersebut melibatkan seluruh pemangku kepentingan bandara dalam pengawasan operasional harian.

Menurut Hery, selama 21 hari pelaksanaan posko, seluruh operasional berjalan aman dan lancar tanpa adanya kejadian menonjol. Koordinasi antarinstansi dinilai efektif dalam menjaga kualitas pelayanan kepada penumpang.

Selain penguatan operasional, pihak bandara juga menghadirkan berbagai kegiatan tematik bernuansa budaya selama periode Nataru. Sejumlah pertunjukan seni tradisional ditampilkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengguna jasa.

Pada malam pergantian tahun, penumpang penerbangan terakhir 2025 mendapat sambutan khusus berupa pertunjukan tari dan pengalungan cinderamata. Tradisi serupa kembali dilakukan pada penerbangan pertama di awal 2026 sebagai bentuk penyambutan tahun baru.

Manajemen Bandara Adi Soemarmo berharap peningkatan layanan dan pendekatan budaya tersebut dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi udara di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.