Operasi Lilin 2025 di Tawangmangu Berjalan Lancar, Puncak Arus Terjadi 1 Januari
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kepadatan arus wisata yang kerap memicu kemacetan panjang di kawasan Tawangmangu, Karanganyar, tidak terjadi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.
Kepolisian memastikan tidak ada kemacetan hingga berhenti total, meski volume kendaraan meningkat pada puncak arus wisata 1 Januari 2026.
Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Agista Ryan Mulyanto menyatakan, secara umum pelaksanaan Operasi Lilin 2025 di wilayah Tawangmangu berjalan lancar dan terkendali.
Berdasarkan pantauan sejak 25 hingga 28 Desember 2025, arus lalu lintas relatif normal tanpa hambatan berarti.
“Kami nyatakan Operasi Lilin ini berhasil karena tidak ada kemacetan yang sampai stack atau berhenti total. Arus kendaraan tetap mengalir,” ujar AKP Ryan, saat ditemui VIVA Jogja diruang kerjanya, Selasa (6/1/2026).
Menurut AKP Ryan, kepadatan tertinggi terjadi pada 1 Januari 2026, seiring meningkatnya arus wisata dan arus balik libur Tahun Baru.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satlantas Polres Karanganyar menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan.
Salah satu rekayasa dilakukan di Dimoro, dengan mengalihkan kendaraan dari arah Ngargoyoso menuju Jembatan Dimoro hingga tembus ke Tugumpe, guna menghindari perpotongan arus di kawasan Keprabon.
Selain itu, arus menuju kawasan wisata Jawa Dwipa juga diintervensi melalui penutupan sementara di pertigaan Alas Karet sebanyak dua kali, masing-masing selama 30 menit.
“Penutupan sementara itu kami lakukan untuk mengurai kepadatan di Jawa Dwipa, dan hasilnya arus kembali lancar,” jelasnya.
Rekayasa lalu lintas juga diterapkan di jalur atas Tawangmangu, di antaranya di Sumokado, BIP, Sekipan, hingga rest area Nawa. Kendaraan dari arah atas diluruskan dan dialihkan melalui jalur alternatif agar tidak terjadi penumpukan di satu titik.
Dari kawasan Sekipan, kendaraan tidak diperbolehkan langsung menuju lokasi wisata dan dialihkan ke Cicaoa, sementara kendaraan dari dalam Sekipan diarahkan menuju perempatan Dukuh.
“Selama sekitar dua jam pelaksanaan rekayasa, arus lalu lintas langsung steril. Setelah itu hanya tersisa arus sisa dan kami nyatakan sudah clear,” kata AKP Ryan.
AKP Ryan mengungkapkan, kepadatan lalu lintas di Tawangmangu tidak hanya disebabkan oleh wisatawan, tetapi juga arus balik kendaraan dari Magetan menuju Solo yang melintas jalur tersebut.