Siswi SD Dijambret di Dalam Sekolah Jaten, Anting Emas Dicabut Paksa

Rekaman CCTV di Lingkungan Sekolah
Sumber :
  • Ist/VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Sekolah dasar yang seharusnya menjadi benteng terakhir keamanan anak justru ditembus pelaku kejahatan. 

img_title Isu Penyelamatan Aset Bank Mengemuka, IKADIN Karanganyar Soroti Hukum Kepailitan dan Tindak Pidana Perbankan

Seorang siswi SD di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, dijambret di dalam lingkungan sekolah, anting emasnya dicabut paksa hingga telinganya bengkak, Jumat (9/1/2026).

Peristiwa ini terjadi saat aktivitas belajar masih berlangsung. Pelaku memanfaatkan situasi sekolah yang lengah, lalu mendekati korban yang masih berusia anak-anak. Tanpa menimbulkan kecurigaan, korban diajak menjauh dari keramaian menuju kamar mandi sekolah.

img_title Bendungan Jlantah Resmi Beroperasi, Perkuat Pasokan Air Pertanian Karanganyar

Di ruang tertutup itulah aksi kejahatan berlangsung. Pelaku langsung menarik anting emas yang dikenakan korban. Tarikan keras tersebut membuat telinga siswi mengalami pembengkakan dan rasa nyeri. Korban tak mampu melawan dan hanya bisa menangis ketakutan.

Usai merampas perhiasan emas, pelaku segera melarikan diri meninggalkan sekolah. Korban yang masih syok kemudian ditemukan dalam kondisi trauma. Kejadian ini sontak memicu kepanikan di lingkungan sekolah.

img_title SILPA Rp214 Miliar Jadi Modal Baru Karanganyar, DPRD Minta Dimaksimalkan untuk Percepat Pembangunan dan Dongkrak PAD

Pihak sekolah dan orang tua murid mengaku terpukul. Lingkungan yang selama ini dianggap aman ternyata dapat disusupi pelaku kejahatan, bahkan dengan menyasar anak di bawah umur.

Aksi perampasan tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) milik SD Negeri 3 Jaten. Rekaman itu kini diamankan aparat kepolisian sebagai barang bukti awal untuk mengidentifikasi pelaku.

Keluarga korban yang tidak terima dengan kejadian tersebut segera melaporkannya ke Polsek Jaten. Polisi langsung turun tangan melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi serta memeriksa lokasi kejadian.

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiyono, membenarkan adanya laporan tindak pidana perampasan perhiasan emas terhadap anak di lingkungan sekolah.

“Iya, benar ada kejadian itu. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran,” ujar AKP Wikan saat dikonfirmasi VIVA Jogja, Sabtu (10/1/2026). 

Menurutnya, polisi belum bisa menggali keterangan langsung dari korban karena kondisi psikologis anak yang masih terguncang pascakejadian.

“Korban masih trauma, sehingga belum dapat kami mintai keterangan secara maksimal,” jelasnya.

AKP Wikan menambahkan, pihak kepolisian tengah menganalisis rekaman CCTV secara intensif untuk mengungkap ciri-ciri pelaku. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak sekolah serta meningkatkan patroli di sekitar lingkungan pendidikan.

Halaman Selanjutnya
img_title