Luapan Air Jalur Utara Tak Ganggu Operasional KA Jarak Jauh dari Yogyakarta
- Dok/VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) keberangkatan awal dari Daop 6 Yogyakarta tetap berjalan normal dan tepat waktu pada Jumat pagi, 16 Januari 2026.
Kepastian ini disampaikan di tengah perhatian publik terkait luapan air di petak jalan Kaliwungu–Kalibodri, wilayah kerja KAI Daop 4 Semarang.
KAI menegaskan bahwa meskipun sempat terjadi gangguan akibat luapan air, operasional KA dari Yogyakarta tidak terdampak secara langsung.
Hal ini disebabkan lokasi luapan berada di lintas KA Jalur Utara, yang secara operasional berbeda dengan mayoritas jalur yang digunakan kereta dari Daop 6.
Sejak dini hari, KAI terus melakukan normalisasi prasarana dan sarana perkeretaapian di lokasi terdampak. Hasilnya, jalur hulu dan hilir di petak Kaliwungu–Kalibodri kini sudah dapat kembali dilalui kereta api, sehingga perjalanan KA berangsur kembali sesuai grafik perjalanan kereta api (GAPEKA).
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa seluruh KA jarak jauh keberangkatan awal dari Yogyakarta pada pagi ini beroperasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan tanpa adanya keterlambatan.
“Dini hari tadi, jalur hulu dan hilir di lokasi Kaliwungu–Kalibodri sudah bisa dilalui. KAI terus melakukan upaya normalisasi, dan pagi ini kereta api keberangkatan awal dari Daop 6 Yogyakarta tetap berangkat tepat sesuai jadwal,” ujar Feni, Jumat (16/1/2026).
Feni menjelaskan, luapan air tersebut terjadi di wilayah Daop 4 Semarang dan berada di lintas KA Jalur Utara, yang pada dasarnya melayani perjalanan kereta api lintas utara Pulau Jawa.
Sementara itu, sebagian besar KA jarak jauh yang berangkat dari Daop 6 Yogyakarta menggunakan lintas selatan dan lintas tengah, sehingga tidak bersinggungan langsung dengan lokasi gangguan.
Adapun kereta api dari Daop 6 yang menggunakan lintas utara hanya KA Joglosemarkerto dan KA Banyubiru. Namun selama masa terjadinya luapan air, kedua layanan tersebut tetap dapat beroperasi dengan aman dan tidak mengalami gangguan perjalanan.
“Kondisi ini membuat perjalanan kereta api dari wilayah Yogyakarta tetap aman, lancar, dan terkendali meskipun terjadi luapan air di jalur lain,” jelasnya.