Luapan Air Ganggu Jalur Pantura, KA Banyubiru Ekspres Solo Semarang Dibatalkan
- Ist/VIVA jogja
SOLO, VIVA Jogja - Kondisi cuaca ekstrem yang memicu luapan air di sejumlah wilayah Pantura Jawa Tengah kembali berdampak pada operasional perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi 6 Yogyakarta menghentikan sementara layanan Kereta Api Banyubiru Ekspres relasi Solo Balapan–Semarang Tawang pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Pembatalan diberlakukan untuk perjalanan KA Banyubiru Ekspres dengan nomor 231 yang dijadwalkan berangkat dari Stasiun Solo Balapan pukul 17.50 WIB.
Keputusan ini diambil setelah adanya laporan genangan air yang menutupi jalur rel di lintas Pekalongan–Sragi, wilayah kerja Daop 4 Semarang. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan perjalanan kereta api apabila tetap dipaksakan beroperasi.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan bahwa pembatalan perjalanan merupakan langkah preventif untuk menghindari potensi gangguan yang lebih besar.
Menurutnya, keselamatan penumpang, awak kereta, serta sarana dan prasarana menjadi prioritas utama perusahaan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas pembatalan perjalanan KA Banyubiru Ekspres. Keputusan ini diambil demi menjamin keamanan perjalanan di tengah kondisi jalur yang belum memungkinkan untuk dilalui kereta api,” kata Feni, Sabtu (17/1/2026).
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI telah menyampaikan pemberitahuan resmi terkait pembatalan perjalanan melalui layanan pesan singkat dan WhatsApp kepada penumpang yang memiliki tiket perjalanan tersebut. Informasi disampaikan segera setelah keputusan operasional ditetapkan.
KAI Daop 6 memastikan bahwa seluruh penumpang terdampak tidak dirugikan. Sesuai ketentuan yang berlaku, pelanggan berhak mendapatkan pengembalian dana tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan. Proses refund dapat dilakukan melalui kanal resmi KAI, baik secara daring maupun di stasiun.
Selain menangani aspek pelayanan pelanggan, KAI juga terus melakukan koordinasi intensif dengan Daop 4 Semarang serta unit prasarana untuk memantau kondisi jalur rel yang terdampak luapan air.
Tim teknis diterjunkan guna memastikan keamanan lintasan sebelum kembali digunakan untuk operasional kereta api.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan berupaya melakukan pemulihan operasional secepat mungkin. Namun demikian, setiap keputusan akan tetap mengedepankan faktor keselamatan,” tegas Feni.