Pamit Terakhir Lewat Video Call, Keluarga Awak ATR 42-500 di Karanganyar Terbang ke Makassar

Kediaman kru ATR 42-500 yang alami musibah di Karanganyar
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga Hariadi, awak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan mengalami musibah dalam penerbangan rute Yogyakarta–Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026. 

img_title Isu Penyelamatan Aset Bank Mengemuka, IKADIN Karanganyar Soroti Hukum Kepailitan dan Tindak Pidana Perbankan

Hingga Senin (19/1/2026), keluarga masih berupaya menguatkan diri sambil menanti kabar resmi dari pihak berwenang.

Hariadi bertugas sebagai Flight Operation Officer (FOO). Ia merupakan warga Perumahan Khauripan 3, Jati Jaten, Kabupaten Karanganyar, dan telah menetap di lingkungan tersebut selama sekitar 15 tahun. 

img_title Bendungan Jlantah Resmi Beroperasi, Perkuat Pasokan Air Pertanian Karanganyar

Di mata warga, Hariadi dikenal sebagai sosok bersahaja, mudah bergaul, serta aktif dalam kegiatan keagamaan.

Ketua RT 03/08 Perum Kauripan 3, Jati Jaten, Karanganyar, Rudy, yang juga menjadi juru bicara keluarga, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan informasi awal sekaligus melakukan pengambilan sampel DNA sebagai bagian dari proses identifikasi korban.

img_title SILPA Rp214 Miliar Jadi Modal Baru Karanganyar, DPRD Minta Dimaksimalkan untuk Percepat Pembangunan dan Dongkrak PAD

“Pihak kepolisian datang ke rumah untuk menyampaikan informasi awal terkait musibah tersebut. Sekaligus dilakukan pengambilan sampel DNA dengan pendampingan keluarga,” ujar Rudy saat ditemui VIVA Jogja, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, keluarga tidak hanya menunggu perkembangan dari Karanganyar. Sejumlah perwakilan keluarga telah diberangkatkan ke Makassar guna mengikuti secara langsung proses penanganan musibah serta memudahkan koordinasi dengan pihak berwenang di lapangan.

“Dari keluarga sudah ada yang berangkat ke Makassar untuk mengikuti proses dan menunggu informasi lebih lanjut dari pihak berwenang,” katanya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, Hariadi dikenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Meski telah lama menikah dan belum dikaruniai anak, almarhum aktif berinteraksi dengan warga dan kerap terlibat dalam berbagai kegiatan lingkungan.

“Orangnya baik, sosialnya bagus, religius, dan sering ke masjid. Hubungannya dengan warga juga sangat baik,” tutur Rudy.

Kenangan terakhir bersama Hariadi masih membekas di benak warga sekitar. Rudy mengaku terakhir kali bertemu dengan korban sekitar satu bulan lalu dalam sebuah rapat lingkungan. Ia juga sempat berbincang dengan Hariadi saat menghadiri acara akikah adik korban.

“Biasanya kalau ngobrol itu selalu nyambung. Namun pertemuan terakhir terasa agak berbeda, meski saat itu tidak terpikir apa-apa,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title