Jejak Terakhir Yazid Ahmad Firdaus di Bukit Mongkrang, Keluarga Ungkap Kronologi Hilang
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Tak ada firasat buruk saat Yazid Ahmad Firdaus berpamitan kepada orang tuanya. Tas ransel disiapkan seperti biasa, tujuan pendakian pun bukan tempat asing. Bukit Mongkrang sudah berkali-kali ia datangi—hingga malam itu menjadi awal dari penantian panjang sebuah keluarga.
“Pamitnya biasa saja. Kami tidak menaruh curiga apa-apa karena dia memang sering naik ke Mongkrang,” ujar Sapto Mulyono, ayah Yazid, dilokasi pencarian, Rabu (20/1/2026).
Yazid, yang akrab disapa Daus, meninggalkan rumah bersama dua rekannya. Kepergian itu tak menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga. Mendaki telah menjadi rutinitas, dan jalur Mongkrang bukan medan baru bagi pemuda yang dikenal aktif berolahraga dan menjaga kebugaran fisik.
Beberapa jam setelah keberangkatan, ketenangan keluarga mulai terusik. Dini hari, sebuah pesan singkat masuk dari salah satu rekan pendakian. Isinya sederhana, namun mengagetkan: menanyakan apakah Daus sudah kembali ke rumah.
“Kami kaget. Berangkatnya bareng, kok malah ditanya sudah sampai rumah atau belum,” kata Sapto.
Sejak saat itu, kecemasan perlahan tumbuh. Hingga petang hari, tak ada kabar yang menenangkan.
Informasi mengenai dugaan hilangnya seorang pendaki di Bukit Mongkrang akhirnya sampai ke keluarga melalui relawan. Malam itu juga, keluarga memutuskan berangkat ke lokasi.
“Kami dapat kabar dari relawan sore hari. Setelah Isya, kami langsung menyusul ke sini,” ujarnya.
Dari penelusuran awal diketahui, rombongan tiba di area parkir bawah Mongkrang pada malam hari dan memulai pendakian keesokan paginya. Yazid bukan pendaki pemula. Ia telah lebih dari lima kali mendaki jalur tersebut dan bahkan pernah melakukan pendakian naik-turun dalam satu hari.
“Ke Mongkrang itu sudah lebih dari lima kali. Secara fisik juga tidak ada masalah, dia rajin olahraga, lari, renang,” tutur Sapto.
Namun pengalaman dan kondisi fisik yang prima belum mampu menjawab apa yang terjadi di lereng Lawu. Upaya pelacakan melalui perangkat komunikasi tak membuahkan hasil. Ponsel Yazid tak menunjukkan jejak sinyal terakhir, begitu pula jam tangan pintar yang biasa dikenakan.