Pendaki Belum Kembali, Bupati Karanganyar Pantau Pencarian dan Soroti Jalur Pendakian Gunung Lawu
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Sejak pagi buta, tim SAR gabungan mulai bergerak menyusuri jalur pendakian Gunung Lawu. Kabut tebal, angin kencang, dan medan terjal menjadi tantangan dalam pencarian seorang pendaki yang hingga kini belum kembali.
Upaya pencarian dilakukan di sejumlah titik yang dinilai rawan. Tim SAR bersama relawan menyisir jalur pendakian dan kawasan hutan di sekitar lokasi terakhir korban diduga berada. Kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat proses pencarian harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
Bupati Karanganyar, Robet Christanto, berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Ia menyebut peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama terkait keselamatan pendaki pemula.
“Semoga hari ini bisa ditemukan dalam keadaan sehat. Ke depan, pengelolaan jalur pendakian harus lebih hati-hati, khususnya bagi pendaki pemula agar benar-benar didampingi,” kata Rober, Rabu (20/1/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah akan mendorong evaluasi pengelolaan jalur pendakian agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Pendampingan oleh relawan atau pendaki berpengalaman dinilai penting untuk meminimalkan risiko tersesat.
Di lapangan, pencarian melibatkan berbagai unsur. Pemkab Karanganyar turut memberikan dukungan, termasuk bantuan pemantauan dari udara. Namun kondisi cuaca belum sepenuhnya mendukung upaya tersebut.
“Semua bergerak. Dari pemerintah daerah, Basarnas, relawan, semuanya terlibat untuk mitigasi dan pencarian,” ujarnya.
Robet juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Pemerintah daerah, kata dia, telah menugaskan BPBD untuk memantau lokasi-lokasi rawan dan menyiapkan langkah antisipasi.
Sementara itu, tim SAR gabungan mengakui pencarian tidak berjalan mudah. Koordinator Posko Basarnas di lokasi, Iwan Trianggoro, mengatakan medan curam dan vegetasi lebat menjadi tantangan utama di lapangan.
“Hari ini pencarian difokuskan dari Poin Lasin berdasarkan keterangan saksi. Medannya curam, sehingga penyisiran dilakukan secara vertikal,” jelas Iwan.
Selain Poin Lasin, tim SAR juga menyebar ke sejumlah titik lain, termasuk kawasan Jeblok dan Skipan. Total ada sembilan tim yang diterjunkan sejak pagi.
Pemberangkatan sempat tertunda akibat kabut tebal sebelum akhirnya tim mulai bergerak sekitar pukul 08.00 WIB.