Pasar Karangpandan Porak-poranda Diterjang Puting Beliung, Aktivitas Ekonomi Warga Lumpuh
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Pasar Karangpandan porak-poranda setelah diterjang angin puting beliung pada Rabu (21/1/2026) sore.
Bencana alam tersebut tidak hanya merusak bangunan pasar dan rumah warga, tetapi juga menghentikan sementara denyut aktivitas ekonomi ratusan pedagang di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.
Peristiwa terjadi secara tiba-tiba saat kondisi cuaca di wilayah tersebut berubah ekstrem. Pusaran angin disertai hembusan kencang berlangsung hanya beberapa menit, namun kekuatannya cukup untuk merobek atap bangunan, merusak rangka kios, serta menerbangkan material bangunan ke berbagai arah.
Seorang warga asal Dengkeng, Karangpandan, Erwin menuturkan situasi berubah drastis dalam waktu singkat. Saat angin datang, ia berada di rumah makan miliknya yang berlokasi tak jauh dari Pasar Karangpandan.
“Anginnya datang mendadak dan langsung berputar kencang. Pasar Karangpandan rusak parah, rumah warga juga banyak yang terdampak. Atap dan papan beterbangan, suasananya panik,” ujar Erwin.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan paling parah terjadi di area Pasar Karangpandan. Sejumlah kios dan lapak pedagang kehilangan atap, rangka bangunan bengkok, serta dinding semi permanen roboh.
Puing-puing bangunan berserakan di lorong pasar, membuat area tersebut tidak dapat digunakan untuk aktivitas jual beli.
Akibat kondisi itu, para pedagang terpaksa menghentikan aktivitas usahanya sementara waktu. Sebagian memilih menyelamatkan barang dagangan yang masih bisa diselamatkan, sementara lainnya menutup kios karena khawatir terhadap keselamatan.
Lumpuhnya aktivitas pasar ini berdampak langsung pada roda perekonomian warga. Pasar Karangpandan selama ini menjadi pusat transaksi kebutuhan harian masyarakat di wilayah tersebut.
Selain pasar, angin puting beliung juga menerjang kawasan permukiman warga di sejumlah titik sekitar Karangpandan.
Rumah-rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang beragam, mulai dari atap terlepas, genteng berhamburan, hingga bagian bangunan roboh.
“Kerusakannya cukup banyak. Ada rumah yang atapnya hilang sama sekali, ada juga yang rusak berat. Material bangunan sampai berserakan di jalan dan halaman rumah,” kata Erwin menambahkan.
Material bangunan yang beterbangan juga sempat menutup akses jalan lingkungan, sehingga menyulitkan mobilitas warga sesaat setelah kejadian.