Tim SAR Perluas Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Gunung Lawu hingga Magetan
- Ist/VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Tim SAR memperluas proses pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar.
Langkah ini diambil setelah area di sekitar posko utama dinyatakan telah disisir, sementara hingga kini hasil pencarian masih belum membuahkan temuan.
Operasi pencarian di kawasan pegunungan Karanganyar tersebut masih menghadapi sejumlah hambatan serius. Cuaca ekstrem, angin kencang, serta medan berat menjadi tantangan utama bagi tim SAR gabungan yang bekerja di lapangan.
Koordinator SAR, Yohan Tri Hanggoro, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Bukit Mongkrang sangat tidak mendukung proses pencarian dan evakuasi. Kawasan di lereng Gunung Lawu itu kerap diselimuti kabut tebal, dengan perubahan cuaca yang terjadi secara cepat.
“Cuaca di atas berkabut tebal dan sempat terjadi badai, sehingga jarak pandang sangat terbatas,” ujar Yohan, Kamis (20/1/2026).
Selain kabut dan badai, kecepatan angin yang mencapai sekitar 45 knot turut mempersulit upaya pencarian. Kondisi tersebut membuat tim SAR tidak dapat mengoperasikan drone secara optimal karena pertimbangan keselamatan.
“Angin sangat kencang, mencapai 45 knot. Demi keselamatan, drone tidak bisa kami operasikan secara maksimal,” tambahnya.
Tak hanya faktor cuaca, luasnya area pencarian di Bukit Mongkrang yang dipenuhi vegetasi rapat serta ilalang tinggi juga menyulitkan tim penyisir darat.
Medan di lereng Gunung Lawu yang bervariasi, mulai dari jalur terbuka hingga kontur curam, membuat proses pencarian harus dilakukan secara bertahap.
Dalam kondisi tersebut, tim SAR menerapkan metode pencarian manual, termasuk teknik vertikal di sejumlah titik yang dinilai rawan dan sulit dijangkau.
Seiring dengan telah disisirnya area terdekat dari posko utama, tim SAR memutuskan untuk memperluas jangkauan pencarian ke sejumlah lokasi baru yang berada di sekitar jalur pendakian.
“Karena area sekitar posko sudah kami sisir, pencarian kami dorong ke arah Sendang, Pandowo, hingga Geni Langit yang sudah masuk wilayah Magetan, Jawa Timur,” jelas Yohan.
Hingga saat ini, operasi pencarian melibatkan sekitar tujuh tim penyisir, yang didukung tim vertikal serta unit drone. Drone tetap disiagakan untuk digunakan apabila kondisi cuaca di lereng Gunung Lawu memungkinkan.