Lawu Park Group Terapkan Sistem Tiket Digital, Dinilai Berpotensi Dukung PAD Karanganyar

MoU The Lawu Grup dengan GlobalTix
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Lawu Park Group mulai menerapkan sistem tiket non-tunai terintegrasi di sejumlah destinasi wisata yang dikelolanya di Kabupaten Karanganyar.

img_title Tren Wellness Tourism Masuk Tawangmangu, Anaya Azana Tambah Kapasitas Villa hingga 44 Unit

Penerapan sistem digital ini dinilai berpotensi mendukung optimalisasi kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Sistem tiket yang dikembangkan bersama GlobalTix tersebut memungkinkan seluruh transaksi kunjungan tercatat secara digital dan terhubung antar destinasi. 

img_title Suara Lawu Jadi Panggung Baru Musisi Karanganyar, BPPD Bidik Wisata Malam dan UMKM

Dengan pencatatan yang lebih akurat, pengelolaan jumlah pengunjung dan nilai transaksi dinilai dapat dilakukan secara lebih tertib.

Di Karanganyar, sektor pariwisata menjadi salah satu sumber PAD melalui pajak hiburan, retribusi daerah, serta aktivitas ekonomi turunan.

img_title Grojogan Sewu Sepi, Tiket Dinilai Mahal, Aturan Ketat Disebut Bikin Wisata Terkunci

Tingginya kunjungan wisatawan ke kawasan Tawangmangu dan sekitarnya kerap menimbulkan tantangan dalam pencatatan transaksi secara manual, terutama pada periode kunjungan padat.

Digitalisasi sistem tiket dinilai dapat meminimalkan selisih data kunjungan dan transaksi. Data yang terekam secara real-time dapat menjadi dasar evaluasi kontribusi destinasi wisata terhadap penerimaan daerah.

Direktur Utama Lawu Park Group, Parmin Sastro Wijono, mengatakan penggunaan sistem terintegrasi ditujukan untuk meningkatkan ketertiban pengelolaan destinasi.

“Pengelolaan yang tertib diperlukan agar pelayanan kepada pengunjung tetap berjalan baik dan data kunjungan dapat tercatat dengan jelas,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Selain mendukung pencatatan transaksi, sistem digital ini juga membuka peluang pengelolaan kunjungan lintas destinasi yang lebih terarah.

Pola kunjungan tersebut dinilai dapat mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan, yang berimplikasi pada perputaran ekonomi lokal.

Chief Operating Officer GlobalTix, Chan Chee Kong, menyebut sistem akses digital membantu pengelola destinasi memahami pola kunjungan wisatawan secara lebih terukur.

“Data yang terintegrasi memudahkan pengelola menyesuaikan kapasitas layanan dengan tingkat kunjungan,” katanya.

Penerapan sistem tiket non-tunai ini mencakup sejumlah destinasi wisata di Karanganyar dan Jawa Tengah, di antaranya Lawu Park Tawangmangu, Sakura Hills, Wonder Park Tawangmangu, Kemuning Sky Hills, Air Terjun Ngargoyoso, serta Benteng Willem I Ambarawa.