Suasana Duka di Puri Kahuripan 3 Jelang Pemakaman Korban Pesawat ATR 42-500

Tenda terpasang di depan rumah korban ATR
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Duka atas meninggalnya Hariyadi (46), korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Sulawesi Selatan, tak hanya dirasakan keluarga.

img_title Longsor Putus Akses Antardusun di Jatiyoso Karanganyar, 18 Rumah Warga Terisolasi

Sejak Sabtu (24/1/2026), gelombang solidaritas warga mengalir di Perumahan Puri Kahuripan 3, Blok A No.4, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, tempat almarhum tinggal, Sabtu (24/1/2026). 

Tanpa komando resmi, warga sekitar bergotong royong menyiapkan rumah duka. Teratak, kursi, hingga perlengkapan doa dipasang sebagai bentuk empati menyambut kedatangan jenazah yang dijadwalkan tiba pada Minggu (25/1/2026) siang.

img_title Perangkat Desa di Karanganyar Diciduk Saat Ambil Tempelan Sabu, Mengaku Sudah 5 Kali Membeli

Ketua RT 003/RW 008 Puri Kahuripan 3, Rudi Hermawan, mengatakan aktivitas warga meningkat sejak kabar duka diterima. Sejumlah kerabat, tetangga, serta perangkat desa silih berganti datang untuk menyampaikan belasungkawa dan membantu persiapan.

“Warga langsung bergerak sendiri. Ada yang menyiapkan tempat, ada yang mengatur tamu. Semua ingin meringankan beban keluarga,” ujar Rudi, Sabtu (24/1/2026). 

img_title RDTR Jadi Modal Baru Karanganyar Gaet Investor, Pemkab Siapkan Kolaborasi Berkelanjutan dengan Asosiasi

Ia menjelaskan, jenazah almarhum diterbangkan dari Makassar menuju Surabaya sebelum dibawa ke Karanganyar. Setibanya di rumah duka, jenazah akan disalatkan di masjid lingkungan perumahan, lalu diberangkatkan ke Kecamatan Kerjo untuk dimakamkan.

Pemakaman direncanakan berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB di Tempat Permakaman Umum (TPU) wilayah Kerjo, daerah asal orang tua korban. Hingga Sabtu sore, keluarga masih menunggu kepastian waktu kedatangan jenazah.

Di tengah suasana duka, warga memilih menggelar doa bersama sederhana. Tidak ada agenda pengajian besar pada malam hari. Tahlilan direncanakan dilaksanakan setelah prosesi pemakaman selesai.

“Untuk malam ini kemungkinan hanya doa bersama warga. Fokus kami bagaimana keluarga merasa tidak sendirian,” kata Rudi.

Kepedulian warga juga tercermin dari kesaksian tentang sosok almarhum. Hariyadi dikenal aktif dalam kegiatan lingkungan dan keagamaan. Kehadirannya di masjid serta berbagai agenda warga membuat kepergiannya meninggalkan kesan mendalam.

“Beliau orangnya baik, guyub, dan mudah membantu. Itu yang membuat warga merasa kehilangan,” tuturnya.

Hariyadi merupakan Flight Operation Officer (FOO) pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang mengalami kecelakaan di Pangkep, Sulawesi Selatan. Ia tercatat telah bekerja lebih dari lima tahun di dunia penerbangan.

Sementara itu, ayah korban, Supardi, mengungkapkan komunikasi terakhir dengan anaknya berlangsung pada Kamis malam sebelum kejadian. Percakapan tersebut berjalan seperti biasa tanpa tanda-tanda khusus.