Lantunan Ayat Suci Iringi Duka Warga Karanganyar, Jenazah Hariyadi Korban ATR 42-500 Dipulangkan

Suasana Haryadi Korban pesawat di Karanganyar
Sumber :
  • VIVA Joga

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kursi-kursi plastik tersusun rapi di teras sebuah rumah di Perumahan Puri Kahuripan 3. Pintu dibiarkan terbuka, sandal para tamu berjajar di depan.

img_title Investigasi ATR 42-500: Cuaca Buruk dan Navigasi Diduga Jadi Faktor Kecelakaan

Dari dalam rumah, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar pelan dan bergantian. Hariyadi belum tiba, tetapi rumahnya telah lebih dulu dipenuhi doa.

Hariyadi (46), korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Sulawesi Selatan, tinggal di Blok A No.4, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. 

img_title Identitas Korban ATR 42-500 Belum Diumumkan, Keluarga di Karanganyar Masih Menunggu Kepastian

Sejak Sabtu (24/1/2026), duka tidak hanya dirasakan keluarga. Warga sekitar datang silih berganti, sebagian duduk sejenak, sebagian hanya menundukkan kepala dan berdoa, lalu berpamitan dengan tenang.

Tak ada percakapan panjang. Suara-suara terdengar lirih. Beberapa warga memilih diam, menunggu. Jenazah masih dalam perjalanan, namun suasana kehilangan telah lebih dulu menetap di rumah itu.

img_title Pamit Terakhir Lewat Video Call, Keluarga Awak ATR 42-500 di Karanganyar Terbang ke Makassar

Ketua RT 03/08 setempat, Rudy Hermawan, mengatakan jenazah almarhum diberangkatkan dari Surabaya sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan ambulans dan diperkirakan tiba di rumah duka pada siang hari.

“Setelah tiba, jenazah akan disalatkan terlebih dahulu di masjid, kemudian diberangkatkan ke pemakaman sekitar pukul 14.30 WIB,” ujar Rudy.

Ia memastikan pemakaman akan dilakukan di wilayah Kecamatan Kerjo, sesuai dengan kesepakatan keluarga.

Selain prosesi keluarga dan warga, penyerahan jenazah juga dilakukan secara kedinasan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kepala Stasiun PSDKP Cilacap, Dwi Santoso Wibowo, hadir mewakili pimpinan KKP untuk menyerahkan jenazah sekaligus memberikan penghormatan terakhir.

“Kami mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan serta Dirjen PSDKP untuk menyerahkan jenazah almarhum kepada keluarga secara kedinasan,” kata Dwi.

Menurutnya, Hariyadi telah cukup lama bertugas di lingkungan PSDKP dan dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul.

“Beliau humble, komunikatif, dan cepat menyatu dengan tim, terutama saat menjalankan patroli pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Dwi mengenang pertemuan terakhir dengan almarhum beberapa hari sebelum kecelakaan. Saat itu, mereka bertemu dalam rangkaian patroli udara pengawasan.

“Kami sempat berjanji makan malam bersama. Tapi kemudian musibah itu terjadi,” tuturnya singkat.

Halaman Selanjutnya
img_title