Kurniadi Maulato Resmi Dilantik Jadi Sekda Karanganyar, Akhiri Teka-teki Jabatan
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kurniadi Maulato melenggang mulus ke kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, mengakhiri teka-teki panjang pengisian jabatan strategis tersebut setelah Timotius Suryadi mengajukan pensiun dini.
Pelantikan ini sekaligus mengawali rombakan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
Teka-teki Sekda Kabupaten Karanganyar definitif akhirnya terjawab. Bupati Karanganyar Rober Christanto resmi melantik Kurniadi Maulato sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Rabu (28/1/2026).
Prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan digelar di Ruang Anthorium, Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
Pelantikan Sekda dirangkaikan dengan mutasi dan rotasi jabatan terhadap 14 pejabat eselon II dan III. Mutasi dan rotasi dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta penyesuaian kebutuhan birokrasi daerah.
Sejumlah pejabat eselon II yang dimutasi antara lain Sri Endah Yuniastuti yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana.
Bakdo Harsono yang sebelumnya menjabat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diangkat menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan.
Sementara itu, Junaidi Purwanto yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kini menempati posisi Kepala Dinas Sosial.
Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar Rober Christanto menegaskan bahwa mutasi dan pelantikan pejabat bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan bagian dari upaya membangun soliditas dan kekompakan aparatur sipil negara (ASN)
“ASN Karanganyar harus berbaris dan melangkah bersama. Semua memiliki peran masing-masing, tetapi tujuannya satu, yakni membangun Karanganyar,” ujar Rober.
Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara individual. Menurutnya, kolaborasi dan kebersamaan menjadi kunci agar seluruh program pembangunan daerah dapat berjalan optimal.
“Kita harus membangun keyakinan bahwa kita tidak bekerja sendiri. Semua harus saling berdiskusi dan bekerja sesuai dengan kompetensi masing-masing,” katanya.
Rober juga menegaskan bahwa penempatan pejabat pada jabatan baru harus dimaknai sebagai amanah dan tanggung jawab untuk menghadirkan perubahan nyata di lingkungan kerja masing-masing.