Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Mongkrang Diperpanjang Tiga Hari, Fokus Area Pos 3

Hari Terakhir Pencarian Nihil, Tim SAR Perpanjang Waktu Pencarian
Sumber :
  • isr/VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Operasi pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Mongkrang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, kembali diperpanjang. 

img_title SILPA Rp214 Miliar Jadi Modal Baru Karanganyar, DPRD Minta Dimaksimalkan untuk Percepat Pembangunan dan Dongkrak PAD

Memasuki hari ke-10 pencarian, tim SAR gabungan sepakat melanjutkan operasi selama tiga hari ke depan, mulai Rabu pagi.

Keputusan perpanjangan tersebut diambil melalui koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta pihak keluarga korban. 

img_title Tekan Kebocoran PAD, DPRD Karanganyar Dorong Seluruh Pembayaran Pajak dan Retribusi Beralih ke Sistem Digital

Hingga hari ke-10 pelaksanaan pencarian, hasil operasi masih nihil. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan perpanjangan pencarian dilakukan setelah evaluasi menyeluruh bersama seluruh unsur yang terlibat di lapangan.

“Pencarian hari ini masih belum membuahkan hasil. Berdasarkan hasil koordinasi bersama Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan pihak keluarga, operasi pencarian kami perpanjang selama tiga hari ke depan dan dimulai kembali besok pagi,” ujar Hendro pada wartawan, Rabu (28/1/2026). 

img_title Festival Perumahan Karanganyar Dibuka, 42 Pengembang Tawarkan Rumah Subsidi Mulai Rp166 Juta

Dalam operasi lanjutan, tim SAR gabungan akan memfokuskan penyisiran di sekitar Pos 3 Gunung Mongkrang. Area tersebut menjadi perhatian berdasarkan hasil evaluasi lapangan dan pertimbangan teknis tim pencarian.

Menurut Hendro, proses pencarian masih menghadapi sejumlah kendala, terutama faktor cuaca. Kondisi berkabut dan angin kencang kerap menyelimuti kawasan gunung, sehingga mempengaruhi jarak pandang dan mobilitas tim di lapangan. Selain itu, vegetasi berupa rumput dan semak yang tumbuh tinggi turut menyulitkan proses penyisiran.

“Cuaca menjadi kendala utama, terutama kabut dan angin. Selain itu, kondisi vegetasi yang cukup lebat membuat pencarian membutuhkan waktu dan ketelitian lebih,” jelasnya.

Untuk mengoptimalkan upaya pencarian, tim SAR gabungan menurunkan berbagai unsur dan peralatan. Sedikitnya delapan unit selu dikerahkan, dibantu anjing pelacak dari SAR Dog Indonesia, relawan dengan keahlian medan vertikal, serta penggunaan drone untuk pemantauan dari udara.

Hendro berharap kondisi cuaca dapat lebih bersahabat sehingga operasi pencarian lanjutan dapat berjalan optimal dan segera membuahkan hasil. Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari tim gabungan agar tidak terjadi simpang siur informasi.