Pencarian di Bukit Mongkrang Karanganyar Masuki Fase Kritis, Indikasi Baru Muncul di Dua Titik

Relawan tengah beristirahan sambil berkoordinasi
Sumber :
  • Ist/VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Penyisiran di kawasan Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, pencarian korban terus berlangsung tanpa kepastian. 

img_title Kelola 25 Destinasi di Tiga Provinsi, The Lawu Group Menjelma Jadi Raksasa Wisata Regional

Memasuki hari ke-11 operasi SAR di Karanganyar, tim gabungan dihadapkan pada medan sulit, cuaca yang berubah cepat, serta sejumlah temuan lapangan yang belum bisa dikonfirmasi secara langsung.

Sejak pagi hingga sore, beberapa tim bergerak menyisir sektor-sektor yang dinilai berisiko tinggi. Di sejumlah titik, petugas menemukan indikasi yang mengarah pada dugaan keberadaan korban, namun belum cukup kuat untuk memastikan lokasi secara pasti.

img_title Wedding Expo Perdana Hadir di Karanganyar, Farida dan Wulan Tertawa Lihat Foto Pernikahan Mereka Dipajang Vendor

On Scene Commander Basarnas, Basuki, menyebutkan bahwa temuan tersebut tidak dapat diabaikan dan menjadi dasar penentuan strategi pencarian berikutnya.

“Ada indikasi di lapangan yang perlu kami dalami. Karena keterbatasan waktu dan kondisi medan, belum semua titik bisa dijangkau hari ini,” kata Basuki, Kamis (29/1/2026).

img_title Karanganyar Jadi Lokasi Panen Raya TNI di 43 Daerah, Petani Terima Mesin Panen Modern

Dua area yang kini mendapat perhatian lebih berada di sekitar Candi 1 serta jalur menuju puncak. Di salah satu sektor, tim mendapati aroma menyengat disertai aktivitas serangga, namun posisi sumbernya berada di area yang sulit dijangkau.

Penyisiran sempat terhenti lebih awal setelah hujan turun dan jarak pandang menurun. Kondisi tersebut membuat tim memutuskan untuk tidak melanjutkan operasi hingga malam hari demi menghindari risiko keselamatan.

Upaya pencarian juga mengacu pada hasil pelacakan anjing pelacak (K9) yang dilakukan sebelumnya. Arah penciuman K9 mengarah ke area atas, namun dugaan kuat menunjukkan sumber aroma berasal dari sisi tebing.

“Medan curam membuat proses penentuan titik menjadi tidak maksimal,” ujar Basuki.

Untuk mempersempit area pencarian, tim SAR menerapkan metode penyisiran terbuka serta penelusuran vertikal di beberapa sektor atas. Meski intensitas indikasi hari ini dilaporkan menurun, seluruh titik tetap dimasukkan dalam peta operasi lanjutan.

Sebanyak lima tim SAR dari berbagai unsur dikerahkan dalam operasi hari ke-11. Sementara itu, pemantauan udara menggunakan drone masih dalam tahap analisis karena fokus pemetaan dilakukan pada area tertentu.

Operasi pencarian dipastikan berlanjut ke hari ke-12, dengan penyesuaian strategi berdasarkan temuan lapangan, kondisi cuaca, dan faktor keselamatan personel.