Tarik Ulur Konflik Keraton, Pembukaan Museum Solo Masih Menggantung

GKR Wandansari atau Gusti Mung
Sumber :
  • VIVA Jogja

SOLO, VIVA Jogja - Rencana membuka kembali Museum Keraton Kasunanan Surakarta mulai mencuat setelah penutupan berkepanjangan akibat konflik internal. 

img_title Gusti Moeng Tegaskan Suksesi Pakubuwono XIV Sudah Penuhi Syarat Adat dan Miliki Kepastian Hukum

Meski wacana pembukaan disebut akan dimulai pekan depan, kepastian akses bagi publik hingga kini masih belum jelas.

Lembaga Dewan Adat (LDA) menyampaikan, pekan depan akan menjadi fase awal penataan, baik untuk persiapan pembukaan museum maupun kelanjutan revitalisasi kawasan keraton.

img_title Tedjowulan Minta Keraton Solo Kondusif Jelang Grebeg Besar dan Revitalisasi

Namun, keputusan membuka pintu museum untuk pengunjung masih menunggu hasil koordinasi antar pihak terkait.

Ketua LDA GKR Koes Murtiyah Wandansari mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan museum benar-benar dibuka untuk umum meski rencana awal sudah mulai disusun.

img_title Dewan Adat Karaton Surakarta Ajukan Gugatan, Tegaskan Penetapan PN Bukan Soal Legitimasi Adat

“Museum pekan depan mulai berjalan lagi. Soal dibuka atau tidaknya untuk publik, masih dalam proses pembahasan,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Ia menegaskan, LDA pada prinsipnya berkeinginan membuka seluruh ruang museum apabila kondisi sudah memungkinkan.

“Insyaallah kalau sudah memungkinkan, dibuka semua,” tambahnya.

Penutupan museum telah berlangsung hampir tiga pekan terakhir setelah kembali terjadinya aksi saling kunci di area Keraton Kasunanan Surakarta. 

Peristiwa tersebut merupakan bagian dari konflik internal yang melibatkan dua kubu Pakubuwono XIV.

Dinamika internal keraton itu berdampak langsung pada terhentinya aktivitas museum, yang selama ini menjadi salah satu destinasi sejarah utama di Kota Solo. 

Situasi semakin kompleks karena pengelolaan museum kini berada dalam skema revitalisasi resmi pemerintah.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan, pelaksanaan revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta, termasuk museum, ditangani oleh KGPHPA Tedjowulan. 

Dalam keputusan tersebut, pengelolaan museum harus dikoordinasikan dengan Lembaga Dewan Adat.

GKR Koes Murtiyah menyebut, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pelaksana revitalisasi sebelum keputusan pembukaan diambil.

“Itu sudah menjadi kewenangan sesuai SK Menteri. Tinggal kami rembugkan bersama,” jelasnya.

Hingga saat ini, Museum Keraton Kasunanan Surakarta masih tertutup bagi publik. Masyarakat pun diminta bersabar menunggu kejelasan, di tengah rencana pembukaan yang mulai bergulir namun belum sepenuhnya pasti.