Seorang Anak Dijambret di Tasikmadu Karanganyar, Kalung Putus Saat Naik Sepeda Listrik
- Ilustrasi/VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Seorang anak menjadi korban penjambretan saat mengendarai sepeda listrik di jalur Suruh Pendem Kulon menuju Suruh Jetis, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (8/2/2026) siang.
Aksi pelaku yang berlangsung cepat tersebut kini menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di ruas jalan perbatasan Desa Suruh Pendem dan Desa Suruh Jetis, wilayah yang relatif sepi aktivitas warga.
Saat kejadian, korban diketahui tengah berboncengan dengan temannya menggunakan sepeda listrik dan melaju dari arah Suruh Pendem menuju Suruh Jetis.
Menurut informasi yang dihimpun, pelaku tiba-tiba mendekati korban dari arah belakang. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung merampas kalung yang dikenakan korban hingga putus, lalu melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.
Informasi kejadian ini pertama kali ramai dibicarakan di media sosial setelah diunggah oleh akun Facebook Hendi Sopyan. Dalam keterangannya, Hendi mengaku menerima cerita langsung terkait peristiwa tersebut.
“Anaknya naik sepeda listrik dari arah Suruh Pendem ke Suruh Jetis. Begitu sampai di pertigaan jalan desa perbatasan Jetis, kalungnya langsung dijambret,” tulis Hendi dalam pesan singkat pada wartawan.
Akibat penjambretan itu, kalung korban dilaporkan putus dan sebagian berhasil tertinggal di leher korban. Dari dokumentasi foto yang beredar, terlihat potongan kalung berwarna emas masih menggantung, sementara sisanya dibawa kabur oleh pelaku.
“Kalungnya putus, tertinggal sekitar seperempat bagian di leher,” lanjut Hendi.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun dari warga sekitar, terduga pelaku merupakan seorang pria.
Saat beraksi, pelaku mengenakan celana jeans dan jaket berwarna biru, serta mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna biru putih.
Belum diketahui secara pasti apakah korban mengalami luka fisik akibat kejadian tersebut. Namun peristiwa ini menimbulkan trauma, terutama karena korban masih berusia anak-anak.
Kasus ini menambah daftar tindak kejahatan jalanan di wilayah pedesaan Karanganyar yang menyasar kelompok rentan, termasuk anak-anak dan pengguna kendaraan ringan.
Warga menilai jalur perbatasan desa kerap minim pengawasan dan rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Masyarakat berharap aparat kepolisian segera melakukan penelusuran serta meningkatkan patroli rutin, khususnya di jalur-jalur sepi dan kawasan perbatasan desa. Kehadiran petugas dinilai penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.