Menuju Kafe Viral Jatiyoso, Honda Mobilio Terjun ke Jurang di Kelok Delapan

Mobil terjun bebas di kelokan 8 Jatiyoso
Sumber :
  • Ist/VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kecelakaan tunggal terjadi di jalur wisata perbukitan Karanganyar, Jawa Tengah. 

img_title Tren Wellness Tourism Masuk Tawangmangu, Anaya Azana Tambah Kapasitas Villa hingga 44 Unit

Sebuah Honda Mobilio berpelat AD 1898 H yang membawa enam penumpang asal Sragen terjun ke jurang saat melintasi tanjakan ekstrem Kelok Delapan, Dusun Jengglong, perbatasan Desa Wonorejo dan Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Selasa (17/2/2026) sore.

Peristiwa bermula ketika kendaraan mencoba menanjak di ruas jalan berkelok dengan kemiringan cukup tajam. 

img_title Suara Lawu Jadi Panggung Baru Musisi Karanganyar, BPPD Bidik Wisata Malam dan UMKM

Diduga mobil kehilangan tenaga saat berada di tanjakan panjang sehingga tidak mampu melaju dan akhirnya keluar jalur hingga terperosok ke area perkebunan warga di bawah badan jalan.

Camat Jatiyoso, Mahmud Azis Arifin, membenarkan insiden kecelakaan tunggal tersebut. 

img_title Grojogan Sewu Sepi, Tiket Dinilai Mahal, Aturan Ketat Disebut Bikin Wisata Terkunci

Ia menjelaskan, kendaraan berisi enam orang dari Sragen itu hendak menuju salah satu kafe yang tengah viral di kawasan Jatiyoso.

“Mobil tersebut berencana berkunjung ke kafe di Jatiyoso. Saat melintas di Kelok Delapan, kendaraan diduga tidak kuat menanjak hingga akhirnya terjun ke jurang,” ujarnya.

Mahmud menambahkan, karakteristik jalur Kelok Delapan didominasi tanjakan panjang dan tikungan sempit yang menuntut kewaspadaan tinggi dari pengendara. Jalur ini juga kerap dilalui wisatawan yang belum familiar dengan kondisi medan perbukitan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, beberapa penumpang mengalami luka ringan dan trauma akibat benturan. Seluruh korban telah dievakuasi warga bersama relawan dan selanjutnya mendapatkan penanganan medis di RSUD Karanganyar.

Proses evakuasi kendaraan masih berlangsung karena posisi mobil berada di area perkebunan dengan akses terbatas. 

Aparat bersama warga melakukan penanganan di lokasi guna mengamankan kendaraan serta menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalur wisata tersebut.