Banyak yang Keliru, Ini Fungsi Sebenarnya Waktu Imsak dalam Puasa Ramadan

Ilustrasi imsak
Sumber :
  • VIVA Jogja

SOLO, VIVA Jogja - Tradisi imsak yang menandai jeda waktu sebelum azan Subuh masih kerap disalahpahami sebagai awal dimulainya puasa. 

img_title Puasa Ramadan bagi Pasien Diabetes: Panduan Medis untuk Menjaga Kesehatan

Padahal, dalam ajaran Islam, puasa dimulai sejak terbit fajar atau saat azan Subuh dikumandangkan, sementara imsak berfungsi sebagai pengingat agar sahur tidak melewati waktu tersebut dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Kesalahpahaman ini hampir selalu muncul setiap Ramadan, terutama ketika pengumuman imsak disiarkan dari masjid, musala, hingga media massa. Tidak sedikit masyarakat yang berhenti makan dan minum tepat saat imsak, karena mengira puasa sudah dimulai.

img_title Imsak Bukan Awal Puasa, Ulama Tegaskan Sahur Masih Boleh hingga Azan Subuh

Puasa Dimulai Saat Subuh, Bukan Saat Imsak

Dalam literatur fikih, pengertian puasa telah ditegaskan secara jelas. Puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

img_title Polisi & Jaksa Memanas, Pakar Hukum Minta Tinggalkan Ego Sektoral Demi Cegah Kekosongan Penegakan Hukum

Ulama terkemuka, Yusuf al-Qaradawi, dalam kitab Fiqh ash-Shiyam, menjelaskan bahwa awal puasa ditandai oleh terbitnya fajar, yang secara praktik ditandai dengan dikumandangkannya azan Subuh. Artinya, imsak bukanlah batas sahur secara syariat, melainkan hanya penanda waktu kehati-hatian.

Dengan demikian, makan dan minum ketika waktu imsak masih berlangsung tidak membatalkan puasa, selama belum masuk waktu Subuh.

Fungsi Imsak sebagai Bentuk Kehati-hatian

Imsak dipahami sebagai bentuk ihtiyath, yakni kehati-hatian dalam beribadah. Tujuannya agar umat Islam tidak sahur terlalu mepet dengan masuknya waktu Subuh, sehingga terhindar dari keraguan apakah fajar telah terbit atau belum.

Dalam tradisi keilmuan Islam, sikap kehati-hatian ini dianjurkan selama tidak mengubah ketentuan hukum pokok.

Imsak hadir bukan untuk mengganti waktu Subuh, melainkan membantu umat menjaga ketepatan ibadah.

Dasar Hadis tentang Jeda Sahur

Landasan praktik imsak salah satunya merujuk pada hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Hadis tersebut menjelaskan jarak waktu antara selesainya sahur Nabi Muhammad SAW dan pelaksanaan salat Subuh.

Dalam riwayat dari Anas bin Malik, disebutkan bahwa jarak tersebut kira-kira setara dengan waktu membaca 50 ayat Al-Qur’an. Para ulama kemudian memperkirakan durasi tersebut sekitar 8 hingga 10 menit.

Dari sinilah muncul kebiasaan menetapkan waktu imsak sekitar 10 menit sebelum Subuh sebagai penanda agar sahur segera diakhiri.

Halaman Selanjutnya
img_title