Usia 43 Tahun, PUDAM Tirta Lawu Karanganyar di Bawah Tekanan Evaluasi Manajemen

Bupati Rober di HUT 43 PUDAM Tirta Lawu
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Memasuki usia ke-43 tahun, PUDAM Tirta Lawu Karanganyar dihadapkan pada tuntutan peningkatan kualitas layanan air bersih di tengah meningkatnya kebutuhan pelanggan dan tekanan publik terhadap kinerja badan usaha milik daerah (BUMD) penyedia layanan dasar. 

img_title Isu Penyelamatan Aset Bank Mengemuka, IKADIN Karanganyar Soroti Hukum Kepailitan dan Tindak Pidana Perbankan

Pemerintah Kabupaten Karanganyar selaku pemilik saham menegaskan tidak ada lagi ruang kompromi terhadap gangguan distribusi, kualitas air yang buruk, maupun keluhan pelanggan yang berulang.

Bupati Karanganyar Rober Christanto menilai, usia perusahaan yang telah memasuki fase matang harus diikuti dengan kinerja layanan yang dapat dipertanggung jawabkan.

img_title Bendungan Jlantah Resmi Beroperasi, Perkuat Pasokan Air Pertanian Karanganyar

Menurutnya, persoalan air bersih bukan sekadar isu teknis, melainkan indikator utama keberhasilan pengelolaan BUMD.

“Di usia ke-43 tahun, PUDAM Tirta Lawu harus berada pada fase pembuktian. Standar layanan harus jelas, kualitas air harus terjaga, dan keluhan pelanggan tidak boleh menjadi masalah yang berulang,” tegas Rober, Senin (23/2/2026). 

img_title SILPA Rp214 Miliar Jadi Modal Baru Karanganyar, DPRD Minta Dimaksimalkan untuk Percepat Pembangunan dan Dongkrak PAD

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan menjadikan kualitas layanan air bersih sebagai tolok ukur utama dalam evaluasi kinerja manajemen. 

Menurutnya, keberlanjutan perusahaan daerah sangat ditentukan oleh kemampuan manajemen menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara konsisten.

“Sebagai pemilik saham, kami akan melakukan evaluasi kinerja secara objektif. Jika pelayanan tidak menunjukkan perbaikan nyata, tentu akan ada konsekuensi dalam penilaian kinerja manajemen,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perbaikan layanan air bersih tidak lagi bersifat imbauan, melainkan menjadi bagian dari mekanisme pengawasan pemilik saham terhadap kinerja direksi dan jajaran manajemen.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur PUDAM Tirta Lawu Karanganyar Suparno menyatakan bahwa manajemen menyadari besarnya tekanan dan ekspektasi publik terhadap perusahaan. 

Ia mengakui, tantangan pelayanan air bersih semakin kompleks seiring pertumbuhan kebutuhan pelanggan.

Untuk merespons hal tersebut, PUDAM Tirta Lawu tengah mempercepat pembenahan internal yang meliputi penguatan sistem organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perbaikan dan penguatan infrastruktur jaringan distribusi air.

“Pembenahan ini menjadi keharusan. Kepercayaan publik hanya bisa dipertahankan jika kualitas layanan benar-benar meningkat dan keluhan pelanggan dapat ditekan,” kata Suparno.

Ia menambahkan, momentum usia ke-43 tahun dijadikan sebagai titik evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perusahaan, sekaligus konsolidasi internal agar PUDAM mampu meningkatkan responsivitas layanan di lapangan.

Halaman Selanjutnya
img_title