Petinggi PDIP Turun Gunung Gelar Konsolidasi Internal di Karanganyar, Hadapi Manuver PSI?
- Kloase VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Manuver Partai Solidaritas Indonesia yang secara terbuka membidik Jawa Tengah sebagai “kandang gajah” langsung menyulut bara politik di daerah.
Narasi itu tak lagi dibaca sebagai sekadar slogan, melainkan tantangan frontal di wilayah yang selama ini menjadi benteng utama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Alarm pun berbunyi—PDIP bergerak cepat, elite pusat hingga daerah turun gunung, konsolidasi digelar besar-besaran di kandang banteng.
Konsolidasi internal PDIP Jawa Tengah digelar secara berlapis hingga ke tingkat cabang. Di Karanganyar, konsolidasi berlangsung di DPC PDI Perjuangan Karanganyar, menghadirkan kekuatan penuh struktur partai.
Forum tersebut dihadiri langsung Bupati Karanganyar yang juga Ketua DPC PDIP, Rober Christanto, mantan Ketua DPC PDIP Karanganyar sekaligus Ketua DPRD, Bagus Selo, serta jajaran fungsionaris DPC PDIP Karanganyar.
Kehadiran unsur eksekutif, legislatif, hingga struktural partai dalam satu forum menegaskan bahwa konsolidasi ini bukan simbolik, melainkan langkah nyata mengunci barisan hingga akar rumput. Dari tingkat provinsi hingga pusat, konsolidasi juga diperkuat dengan kehadiran tokoh nasional.
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) Legislatif DPP PDIP, Bambang Wuryanto, menegaskan kehadirannya merupakan bagian dari agenda resmi DPD PDIP Jawa Tengah.
Ia menepis isu situasi darurat, namun mengakui dinamika politik saat ini menuntut kesiapsiagaan penuh.
“Ini bukan darurat. Ini agenda roso DPD partai. Saya hadir sebagai anggota DPR RI dapil sini karena diundang. Soal detail agenda, itu kewenangan Ketua dan Sekretaris DPD,” ujar pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini usai konsolidasi internal pada wartawan, Senin (23/2/2026).
Bambang menyebut, DPD PDIP Jawa Tengah ingin membaca langsung denyut konsolidasi di seluruh DPC sebagai dasar penguatan mesin partai.
“DPD ingin mengetahui sejauh mana konsolidasi di setiap cabang berjalan. Itu fokusnya,” tegasnya.
Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Dolfie Othniel Frederic Palit, menekankan bahwa konsolidasi ini merupakan langkah strategis menentukan arah gerak partai pasca-Pemilu 2024.
Menurutnya, PDIP belum masuk fase Pemilu 2029, melainkan sedang mengunci soliditas internal dan menajamkan agenda kerja.