Sidak Komisi B DPRD Karanganyar di Pasar Kwadungan, Harga Ramadhan Dipantau dan Toilet Tanpa Pintu Terungkap

Komisi B DPRD Sidah Pasar Kwandungan ini yang ditemukan
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Inspeksi mendadak Komisi B DPRD Kabupaten Karanganyar di Pasar Kwadungan, Kecamatan Kerjo, memunculkan dua wajah berbeda pasar tradisional: denyut ekonomi rakyat yang hidup, namun dibayang-bayangi buruknya fasilitas publik.

img_title Bendungan Jlantah Resmi Beroperasi, Perkuat Pasokan Air Pertanian Karanganyar

Secara umum, aktivitas perdagangan berjalan seperti biasa. Meski demikian, hasil peninjauan lapangan menunjukkan masih adanya persoalan serius pada fasilitas dasar pasar yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan.

Sidak tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, Latri Latri Listyowati, sebagai tindak lanjut audiensi dengan perwakilan pedagang yang sebelumnya menyampaikan berbagai keluhan.

img_title SILPA Rp214 Miliar Jadi Modal Baru Karanganyar, DPRD Minta Dimaksimalkan untuk Percepat Pembangunan dan Dongkrak PAD

Mengawali kunjungan, Latri bersama anggota Komisi B menyusuri lapak pedagang untuk memantau harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan. 

Sejumlah komoditas seperti sayuran dan kebutuhan harian dicek langsung di lapangan guna memastikan harga tetap terjangkau masyarakat.

img_title Tekan Kebocoran PAD, DPRD Karanganyar Dorong Seluruh Pembayaran Pajak dan Retribusi Beralih ke Sistem Digital

Dalam dialog dengan pedagang, Latri menanyakan kondisi pasokan, penjualan, hingga daya beli warga. Ia juga menyampaikan harapan agar aktivitas perdagangan berjalan lancar dan memberi manfaat bagi semua pihak.

“Semoga dagangannya laris manis, berkah, dan lancar. Warga juga setiap hari bisa menikmati hasil bumi dengan harga-harga yang masih terjangkau,” ucap Latri, yang diamini para pedagang, Senin (2/3/2026). 

Selain harga, persoalan kebersihan menjadi perhatian Komisi B. Sebelumnya, sampah di Pasar Kwadungan sempat menumpuk dan dikeluhkan pedagang karena tidak segera ditangani.

Namun setelah audiensi dengan Komisi B beberapa hari lalu, pengangkutan sampah mulai dilakukan. Saat sidak berlangsung, kondisi pasar dinilai lebih terkendali dan tidak lagi dipenuhi tumpukan sampah. Meski demikian, DPRD mengingatkan agar pengelolaan kebersihan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Saat mengecek fasilitas umum, Komisi B menemukan kondisi toilet pasar yang dinilai sangat memprihatinkan. Fasilitas tersebut ditemukan dalam keadaan kotor, berlumut, bau menyengat, dan bahkan tidak dilengkapi pintu.

Temuan ini mendapat sorotan keras dari Ketua Komisi B. Ia menilai fasilitas dasar seperti toilet seharusnya menjadi prioritas dalam pengelolaan pasar karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kesehatan pengguna.

Kondisi tersebut dinilai tidak layak dan membutuhkan penanganan segera dari dinas terkait.

Halaman Selanjutnya
img_title