Macan Tutul Masuk Rumah Warga Tawangmangu, Dievakuasi ke Kebun Binatang Solo Safari
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Suasana mendadak tegang di Dusun Sendang, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (3/3/2026) pagi.
Seekor macan tutul jantan tiba-tiba berada di dalam area rumah warga. Dalam hitungan menit, kabar itu menyebar dan membuat warga keluar dengan wajah cemas.
Tak ada yang menyangka satwa liar berukuran besar itu muncul begitu dekat dengan permukiman.
Beberapa warga mengaku sempat mendengar suara gaduh sebelum akhirnya mengetahui keberadaan hewan buas tersebut.
Sekitar pukul 09.00 WIB, laporan resmi diteruskan ke aparat. Lokasi yang berada di lereng Gunung Lawu dan tak jauh dari kawasan hutan diduga menjadi jalur alami pergerakan satwa.
Petugas desa dan kecamatan segera bergerak cepat. Area disterilisasi, warga diminta menjauh, dan akses menuju lokasi dibatasi untuk mencegah risiko serangan maupun kepanikan massal.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, memastikan penanganan dilakukan dengan prosedur keselamatan ketat.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Satwa dibius agar proses evakuasi lebih aman dan terkendali,” ujar Hendro saat dihubungi VIVA Jogja.
Tim dokter hewan kemudian melakukan pembiusan dengan perhitungan matang. Petugas menjaga jarak aman sebelum menembakkan obat bius. Suasana hening menyelimuti lokasi saat semua mata tertuju pada pergerakan macan tutul tersebut.
Setelah efek bius bekerja, macan tutul jantan itu perlahan dimasukkan ke dalam kurungan besi khusus. Warga menyaksikan dari balik garis pengamanan ketika kandang diangkat dan dinaikkan ke mobil bak terbuka.
Sekitar pukul 14.00 WIB, operasi dinyatakan selesai. Satwa dilindungi itu berhasil diamankan dalam kondisi hidup tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Macan tutul kemudian diberangkatkan menuju Solo Safari untuk menjalani observasi serta pemeriksaan kesehatan lanjutan sebelum ditentukan langkah penanganan berikutnya.
Kemunculan macan tutul di kawasan permukiman kembali menyoroti meningkatnya interaksi antara manusia dan satwa liar di wilayah penyangga hutan.
Tawangmangu yang berada di lereng Gunung Lawu memang masih menjadi habitat macan tutul jawa (Panthera pardus melas), satwa dilindungi dengan populasi terbatas.
Penyempitan habitat, perubahan tutupan lahan, hingga berkurangnya ketersediaan pakan kerap menjadi pemicu satwa turun mendekati permukiman warga.