Jelang Mudik Lebaran, Polisi Musnahkan 2.250 Liter Ciu dan 529 Botol Miras di Karanganyar
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Aparat kepolisian bersama unsur Forkopimda memusnahkan ribuan liter minuman keras tradisional jenis ciu dan ratusan botol minuman keras pabrikan hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) di halaman Mapolres Karanganyar, Jawa Tengah.
Pemusnahan dilakukan setelah seluruh barang bukti dinyatakan sebagai barang terlarang berdasarkan pemeriksaan penyidik dan telah memperoleh penetapan hukum dari Pengadilan Negeri Karanganyar.
Kapolres Karanganyar Amran Sahti menjelaskan, barang bukti tersebut merupakan hasil operasi cipta kondisi yang digelar menjelang Ramadan dan Lebaran.
Dalam operasi tersebut, aparat berhasil menyita sekitar 2.250 liter minuman keras tradisional jenis ciu, 529 botol minuman keras pabrikan berbagai merek, serta 24 kaleng minuman beralkohol jenis draft beer.
“Seluruh barang bukti ini merupakan hasil operasi pekat yang kami laksanakan sejak 17 Februari hingga 8 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar Amran, Kamis (12/3/2026)..
Proses pemusnahan dilakukan secara terbuka dengan disaksikan sejumlah pejabat daerah, unsur TNI, DPRD, kejaksaan, pengadilan, hingga tokoh agama.
Minuman keras yang tersimpan dalam botol maupun jeriken ditumpahkan terlebih dahulu, kemudian botol-botol tersebut dihancurkan menggunakan alat berat hingga pecah.
Cairan alkohol dialirkan ke saluran pembuangan, sementara pecahan botol dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Bupati Karanganyar Rober Christanto mengapresiasi langkah tegas aparat kepolisian tersebut. Menurutnya, penertiban minuman keras merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan daerah menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat saat Lebaran.
“Kami berharap situasi Karanganyar tetap aman dan nyaman, terutama saat masyarakat melaksanakan mudik maupun berwisata,” ujarnya.
Selain penertiban penyakit masyarakat, Polres Karanganyar juga bersiap menggelar pengamanan arus mudik melalui Operasi Ketupat 2026.
Sebanyak sekitar 650 personel gabungan dari Polri, TNI, dan relawan diterjunkan untuk mendukung pengamanan yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Sejumlah pos pengamanan juga disiapkan di titik strategis, di antaranya satu pos terpadu di Alun-alun Karanganyar serta beberapa pos pengamanan di pintu tol Colomadu, Kebakkramat, kawasan wisata Tawangmangu, dan wilayah Karangpandan.
Karanganyar memiliki karakter khusus saat musim mudik karena menjadi jalur lintasan menuju Jawa Timur sekaligus tujuan wisata favorit di Jawa Tengah, terutama kawasan pegunungan seperti Ngargoyoso dan Tawangmangu.