650 Personel Disiagakan Amankan Mudik Lebaran 2026 di Karanganyar, Polisi Siapkan 5 Pos Pengamanan
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kepolisian Resor Karanganyar menyiagakan ratusan personel untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pengamanan dilakukan melalui Operasi Ketupat yang akan berlangsung selama hampir dua pekan.
Kapolres Karanganyar Amran Sahti mengatakan sekitar 650 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari unsur kepolisian, TNI, serta sejumlah instansi terkait dan relawan yang akan bertugas di berbagai titik pengamanan.
Menurut Amran, apel gelar pasukan yang digelar menjadi tanda kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik.
“Apel ini menjadi penanda kesiapan kami dalam pelaksanaan Operasi Ketupat. Di Karanganyar, sekitar 650 personel gabungan kami libatkan untuk mendukung pengamanan selama arus mudik dan balik Lebaran,” ujarnya.
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret. Selama periode tersebut, aparat akan fokus pada pengamanan jalur mudik, pengaturan lalu lintas, serta pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.
Untuk mendukung pelaksanaan operasi, kepolisian menyiapkan lima pos pengamanan di sejumlah titik strategis. Satu pos terpadu ditempatkan di kawasan Alun-Alun Karanganyar, sementara empat pos lainnya berada di jalur utama pergerakan kendaraan pemudik.
“Di wilayah Karanganyar kami menyiapkan lima pos. Satu pos terpadu di Alun-Alun dan empat pos pengamanan di jalur utama yang dilalui pemudik,” kata Amran.
Ia menjelaskan, Kabupaten Karanganyar memiliki karakteristik tersendiri saat musim mudik Lebaran. Selain menjadi daerah lintasan kendaraan menuju wilayah Jawa Timur, Karanganyar juga menjadi tujuan pemudik sekaligus destinasi wisata.
Kawasan wisata pegunungan seperti Tawangmangu dan Ngargoyoso diperkirakan akan mengalami peningkatan jumlah pengunjung selama libur Lebaran.
Karena itu, kepolisian memberi perhatian khusus pada jalur menuju kawasan wisata yang kerap mengalami kepadatan kendaraan saat masa liburan.
“Kami sudah menyiapkan beberapa skenario rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan, khususnya di jalur menuju kawasan wisata,” ujarnya.
Selain mengantisipasi kemacetan, kepolisian juga mewaspadai potensi bencana alam di wilayah pegunungan. Kondisi cuaca yang masih tidak menentu berpotensi memicu tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang di jalur wisata.