Gen Z Boyolali Diingatkan Bahaya Pinjol, Literasi Keuangan Jadi Kunci Hindari Utang Digital

Octa Dewangga jadi pembicara literasi keuangan Gen Z di Boyolali
Sumber :
  • VIVA Jogja

BOYOLALI, VIVA Jogja - Pinjaman online (pinjol) kian mudah diakses lewat ponsel. Namun di balik kemudahan itu, generasi muda diingatkan agar tidak tergoda mengambil jalan pintas lewat utang digital tanpa memahami literasi keuangan. 

img_title Empat Kali Ditolak, Bocah SD Asal Boyolali Akhirnya Bikin NASA Kirim Surat Penghargaan Resmi

Perwakilan Bank Jateng Cabang Boyolali, Octa Dewangga, mengingatkan Gen Z untuk lebih bijak mengelola uang agar tidak terjebak pinjol di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial.

Pesan tersebut disampaikan Octa saat menjadi pembicara dalam forum “Ngabuburit Hukum & Ekonomi Bareng Gen Z: KUHP/KUHAP Baru, Apa Itu?” yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Boyolali, Rabu (11/3/2026).

img_title SUCOFINDO Semarang Bangun Lima Sumur Air Bersih di Boyolali, Perkuat Komitmen Lingkungan dan Keberlanjutan

Menurutnya, perkembangan teknologi dan informasi saat ini membuat berbagai layanan keuangan elektronik semakin mudah diakses masyarakat. 

Beragam fasilitas seperti internet banking, dompet digital atau e-wallet hingga pembayaran berbasis QRIS kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

img_title Pemasok Bahan Baku MBG Boyolali Gelar Bazar Sembako Murah di Karanganyar, Telur Rp35 Ribu per 2 Kg Diserbu Warga

Namun kemudahan tersebut, kata dia, tidak boleh membuat generasi muda terlena. Tanpa literasi keuangan yang memadai, akses layanan keuangan digital justru berpotensi menimbulkan persoalan finansial.

“Dengan kemudahan seperti itu bisa berbahaya kalau tidak digunakan dengan benar. Kadang orang sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Akibatnya keuangan bisa jebol,” ujarnya.

Ia menambahkan, semakin baik seseorang mengelola pendapatan yang dimiliki, maka potensi terhindar dari jeratan pinjaman online maupun perjudian online juga semakin besar.

Octa menilai generasi muda saat ini hidup di era yang sangat berbeda dibandingkan belasan hingga puluhan tahun sebelumnya. Karena itu, kemampuan mengelola keuangan menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki sejak dini.

Menurut dia, salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah tidak adanya manajemen keuangan yang jelas antara pemasukan dan pengeluaran.

“Banyak anak muda belum memahami pentingnya mengatur keuangan. Ketika sudah mendapatkan penghasilan, harus dipikirkan langkah berikutnya, bagaimana mengelola pendapatan tersebut,” jelasnya.

Ia menjelaskan, tujuan utama dari pengelolaan keuangan adalah mencapai financial freedom atau kebebasan finansial di masa depan. Untuk mencapainya, seseorang perlu membuat perencanaan anggaran atau budgeting secara disiplin.

Dengan budgeting, seseorang dapat menentukan prioritas kebutuhan serta mengontrol pengeluaran agar tidak berlebihan.

Halaman Selanjutnya
img_title