Kini Berdiri Megah, Kodim 0727 Karanganyar Pernah Direncanakan Pindah ke Papahan, Gerbangnya Disiapkan Dua Tank
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Markas Komando Distrik Militer 0727/Karanganyar kini tampil dengan wajah baru yang jauh lebih megah.
Renovasi bangunan yang sebelumnya merupakan peninggalan era kolonial Belanda itu resmi digunakan kembali setelah diresmikan Bupati Karanganyar Rober Christanto bersama Komandan Kodim 0727/Karanganyar Danang Prasetyo Kurniawan, Kamis (12/3/2026).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dalam acara buka puasa bersama yang dihadiri jajaran Forkopimda dan sejumlah tamu undangan.
Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Danang Prasetyo Kurniawan, mengaku bersyukur renovasi markas tersebut akhirnya bisa terwujud.
Menurutnya, perubahan wajah gedung ini menjadi simbol semangat baru bagi seluruh prajurit dalam menjalankan tugas di wilayah Karanganyar.
“Alhamdulillah sekarang Kodim 0727 memiliki gedung yang lebih representatif. Ini menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi prajurit untuk bekerja lebih maksimal melayani masyarakat,” ujarnya, Kamis (13/3/2026).
Ia mengakui, sebelum direnovasi kondisi bangunan Kodim kerap dianggap kurang mencerminkan markas komando tingkat kabupaten.
Bahkan, tidak sedikit yang menilai tampilannya lebih menyerupai kantor Koramil.
Dengan bangunan yang kini lebih kokoh dan representatif, ia memastikan jajaran TNI siap semakin aktif bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kalau ada kebutuhan bantuan, dari kepala desa sampai bupati, cukup telepon saja. Mau kirim 10 orang atau 50 orang prajurit untuk membantu warga, langsung kita kerahkan,” tegasnya.
Di balik wajah barunya saat ini, ternyata pembangunan markas Komando Distrik Militer 0727/Karanganyar sempat memiliki cerita lain.
Pada masa pemerintahan Bupati Karanganyar sebelumnya, Juliyatmono, sempat muncul rencana besar untuk memindahkan markas Kodim ke lokasi baru di kawasan terminal bayangan Papahan, Karanganyar.
Rencana pemindahan itu berkaitan dengan pengembangan kawasan pusat kota, termasuk proyek perluasan area Masjid Agung Karanganyar.
Saat itu, pemerintah daerah merancang pembangunan markas Kodim dengan konsep yang jauh lebih megah dibandingkan bangunan lama.
Bahkan dalam konsep tersebut, di bagian depan gerbang markas direncanakan akan ditempatkan dua tank yang sudah tidak lagi digunakan sebagai monumen sekaligus ikon kawasan militer.
Namun rencana besar tersebut tidak pernah terealisasi hingga masa jabatan Juliyatmono sebagai bupati berakhir.