140 Juta Pemudik Diprediksi Melintasi Jawa Tengah Saat Lebaran, DPRD Pastikan Jalan dan BBM Aman
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Sekitar 140 juta pergerakan pemudik diperkirakan melintasi wilayah Jawa Tengah pada musim mudik Lebaran tahun ini.
Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan memastikan kesiapan infrastruktur, pasokan energi, hingga kebutuhan pangan agar arus mudik berjalan lancar dan aman.
Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mengatakan berbagai persiapan menghadapi lonjakan arus mudik telah dibahas dalam rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Rapat tersebut melibatkan sejumlah unsur penting, mulai dari kepolisian, kejaksaan, pengadilan hingga perusahaan negara seperti Pertamina, Bulog, dan PLN.
Menurut Sumanto, seluruh pihak menyatakan siap mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini.
“Semua stakeholder hadir dan menyatakan kesiapan. Pemerintah akan memfasilitasi agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman,” ujar saat buka puasa bersama wartawan di Karanganyar, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, posisi Jawa Tengah sangat strategis karena menjadi jalur utama perlintasan pemudik di Pulau Jawa.
Selain pemudik yang pulang kampung ke berbagai daerah di provinsi ini, arus kendaraan dari Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga banyak yang melintas melalui wilayah Jawa Tengah.
Karena itu, berbagai sektor vital dipastikan dalam kondisi siap. Mulai dari ketersediaan bahan bakar, listrik, hingga gas LPG.
Laporan dari Pertamina menyebutkan stok BBM dalam kondisi aman. Begitu juga pasokan listrik dari PLN serta distribusi LPG yang dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Lebaran.
Di sisi lain, ketersediaan pangan juga dipastikan aman karena stok yang dikelola Bulog masih mencukupi.
“Pasokan BBM aman, listrik siap, LPG tersedia, dan stok pangan juga cukup,” jelas Sumanto.
Selain sektor energi dan logistik, perhatian juga difokuskan pada kesiapan infrastruktur jalan. Hingga saat ini, progres perbaikan jalan provinsi di Jawa Tengah disebut telah mencapai sekitar 90 persen.
Perbaikan dilakukan dengan menutup lubang serta meratakan permukaan jalan yang rusak agar tidak membahayakan pemudik.
Namun demikian, Sumanto mengingatkan sebagian ruas jalan berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten dan kota. Untuk itu, daerah diminta segera melakukan penanganan jika masih ditemukan kerusakan jalan.