Jelang Lebaran, BLT Buruh Rokok Karanganyar Cair, Dongkrak Daya Beli Pekerja
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Menjelang Lebaran 2026, ribuan buruh rokok di Karanganyar mendapat suntikan dana yang terasa seperti “THR tambahan”.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar mulai mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada pertengahan Maret, tepat saat kebutuhan rumah tangga mulai meningkat.
Sebanyak 1.869 pekerja industri hasil tembakau menjadi penerima tahap pertama. Masing-masing mendapatkan Rp300 ribu per bulan selama dua bulan.
Waktu pencairan ini dinilai strategis karena berdekatan dengan momentum belanja menjelang hari raya.
Bupati Karanganyar menegaskan, bantuan ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di periode krusial.
“Menjelang Lebaran, kebutuhan pasti naik. Kami ingin pekerja tetap punya kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor tembakau memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi daerah, sehingga pekerja di sektor ini perlu mendapat perhatian serius.
“Ini bukan hanya soal bantuan, tapi menjaga stabilitas ekonomi daerah. Kalau daya beli pekerja turun, dampaknya bisa meluas,” tegasnya.
Kepala Dinas Sosial Karanganyar memastikan proses penyaluran dilakukan berbasis data yang telah diverifikasi secara ketat.
“Kami menggunakan data yang valid agar bantuan tepat sasaran. Penyaluran juga kami percepat supaya manfaatnya langsung dirasakan,” jelasnya.
Menurutnya, kecepatan pencairan menjadi faktor penting.
“Timing sangat menentukan. Kalau bantuan turun sebelum Lebaran, dampaknya jauh lebih terasa bagi masyarakat,” katanya.
Di tengah tren kenaikan harga bahan pokok, tambahan dana tunai ini menjadi bantalan ekonomi bagi pekerja. Meski bukan THR resmi dari perusahaan, bantuan tersebut memberikan efek yang hampir sama—menambah ruang belanja dan mengurangi tekanan finansial.
Seorang pengamat ekonomi lokal menilai, kebijakan ini akan memberikan efek berantai terhadap perekonomian daerah.
“Uang tunai seperti ini biasanya langsung dibelanjakan. Dampaknya cepat terasa di pasar tradisional, warung, hingga UMKM,” ujarnya.
Distribusi BLT difokuskan pada pekerja di sejumlah perusahaan rokok yang tersebar di Karanganyar, dengan konsentrasi utama di wilayah Jaten dan Gondangrejo sebagai basis industri tembakau.
Pemerintah daerah juga memastikan tidak ada hambatan berarti dalam proses pencairan.