Gibran Jamin Haji 2026 Indonesia Aman Meski Tensi Timur Tengah Meningkat di Karanganyar

Wapres Gibran saat sambangi PCNU Karanganyar
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 tetap berjalan aman dan sesuai rencana, di tengah meningkatnya tensi geopolitik global yang menyeret kawasan Timur Tengah.

img_title Isu Penyelamatan Aset Bank Mengemuka, IKADIN Karanganyar Soroti Hukum Kepailitan dan Tindak Pidana Perbankan

Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026), dalam agenda silaturahmi bersama jajaran Nahdlatul Ulama (NU).

Berlangsung di Matesih, agenda ini dikemas dalam suasana terbuka dan penuh interaksi, mempertemukan pemerintah dengan tokoh-tokoh keagamaan serta masyarakat.

img_title Bendungan Jlantah Resmi Beroperasi, Perkuat Pasokan Air Pertanian Karanganyar

Dialog yang terbangun mengangkat isu-isu strategis, termasuk dampak dinamika global terhadap kepentingan umat Islam di Indonesia.

Meski tidak merinci konflik tertentu, pernyataan Gibran merespons kekhawatiran publik atas eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar dan berpotensi memengaruhi jalur penerbangan serta stabilitas kawasan.

img_title SILPA Rp214 Miliar Jadi Modal Baru Karanganyar, DPRD Minta Dimaksimalkan untuk Percepat Pembangunan dan Dongkrak PAD

“Kami terus memantau perkembangan global secara intensif. Pemerintah berkomitmen agar jamaah haji Indonesia tetap bisa berangkat dengan aman dan sesuai jadwal,” tegas Gibran.

Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Keselamatan dan kenyamanan jamaah adalah prioritas utama. Semua kemungkinan sudah kami antisipasi,” ujarnya.

Selain isu geopolitik dan haji, Gibran juga menyinggung arah baru penguatan pesantren sebagai bagian dari strategi nasional. 

Ia menegaskan pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren di Kementerian Agama menjadi pijakan penting dalam mendorong transformasi pendidikan Islam.

“Pesantren harus mampu menjawab tantangan zaman. Tidak hanya kuat dalam nilai keagamaan, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Gibran.

Ketua PCNU Karanganyar, KH. Nuril Huda, menyambut positif kunjungan tersebut dan menilai kehadiran Wakil Presiden membawa pesan ketenangan di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Kami berharap kondisi global segera membaik sehingga jamaah haji bisa berangkat tanpa hambatan. Komitmen pemerintah ini tentu sangat menenangkan masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan yang diikuti sekitar 30 pengurus NU itu berlangsung dinamis dengan dialog dua arah yang terbuka. Sejumlah isu keumatan hingga tantangan sosial menjadi bagian dari pembahasan.

Halaman Selanjutnya
img_title