PDIP Karanganyar Tegaskan Konsolidasi Kader di Tengah Dinamika Politik, Lewat Halal Bihalal
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Halal bihalal yang digelar PDI Perjuangan Karanganyar di De Tasikmadu Haritage, Sabtu (28/3/2026), tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menegaskan konsolidasi kader di tengah dinamika politik.
Kegiatan ini mempertemukan struktur partai lintas tingkatan sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
Kegiatan yang diinisiasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Karanganyar tersebut dihadiri jajaran pengurus partai dari berbagai level, mulai DPC, Pengurus Anak Cabang (PAC), hingga anak ranting. Sejumlah masyarakat juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut.
Momentum halal bihalal dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus memperkuat konsolidasi kader di internal partai. Forum ini juga digunakan untuk menyamakan arah gerak organisasi di tengah dinamika politik yang terus berkembang.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari konsolidasi partai politik untuk memperkuat soliditas kader partai di tingkat daerah, sekaligus menjaga kesiapan menghadapi agenda politik ke depan.
Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah, Sumanto, hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai konsolidasi menjadi kebutuhan penting bagi partai untuk menjaga stabilitas internal.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini bagian dari konsolidasi untuk memperkuat kebersamaan kader di semua tingkatan,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Ia menambahkan, penguatan struktur partai hingga tingkat bawah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas organisasi dan memperluas komunikasi politik dengan masyarakat.
Ketua DPC PDIP Karanganyar, Rober Christanto, menyebut momentum Idulfitri sebagai ruang untuk memperkuat hubungan internal sekaligus menjaga komunikasi dengan masyarakat.
“Halal bihalal ini menjadi sarana untuk memastikan kebersamaan tetap terjaga tanpa sekat,” katanya.
Rober menilai soliditas kader merupakan fondasi utama dalam menjalankan peran partai. Dalam situasi politik yang dinamis, konsistensi sikap dan kekompakan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Menurutnya, kekuatan basis partai tidak terlepas dari soliditas kader dan kedekatan dengan masyarakat yang terus dijaga melalui berbagai forum silaturahmi politik.
Selain memperkuat hubungan internal, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan internal partai melalui interaksi langsung antara kader dan masyarakat. Pola komunikasi yang lebih terbuka dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik.