Reuni Doreng Lawas Kader 1994 Pemuda Pancasila Karanganyar Ungkap Diksar Keras dan Bangun Organisasi Mandiri

Raden Mas Sasetyo Hartawan Ketua DPC di Doreng Lawas Karanganyar 1994
Sumber :
  • VIVA Jogka

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Reuni kader Pemuda Pancasila era berdirinya tahun 1994 di Kabupaten Karanganyar berlangsung meriah dan penuh makna. 

img_title Disa Ageng Alifven Kembali Pimpin Pemuda Pancasila Karanganyar, Tegaskan Arah Baru Organisasi

Bertajuk “Doreng Lawas”, kegiatan ini menjadi ajang temu kangen sekaligus momentum menghidupkan kembali semangat juang generasi pendiri.

Kegiatan yang digelar di Cafe Dadap Serep, Badran Mulyo RT 03 RW 14, Manggeh Anyar, Kelurahan Lalung, Karanganyar tersebut, dihadiri puluhan kader lama. 

img_title Polisi & Jaksa Memanas, Pakar Hukum Minta Tinggalkan Ego Sektoral Demi Cegah Kekosongan Penegakan Hukum

Meski tidak semua dapat hadir karena faktor usia dan sebagian telah meninggal dunia, suasana tetap hangat dengan nuansa kekeluargaan dan jiwa korsa yang kuat.

Salah satu pelopor sekaligus mantan Ketua Pemuda Pancasila Karanganyar era 1994, RM Sasetyo Hartawan, menyebut reuni ini sebagai upaya merajut kembali persaudaraan para pendiri yang sempat terpisah waktu.

img_title UGM Kukuhkan Dominasi Seni di Peksimiprov DIY 2026

“Semua yang hadir ini adalah pelopor, pendiri, dan pejuang yang dulu berjuang mendirikan Pemuda Pancasila di Karanganyar,” ujar pria yang akrab disapa Theo. 

Theo mengungkapkan, proses berdirinya organisasi di Karanganyar tidak berjalan mulus. Ia menyebut adanya tekanan kuat dari pihak tertentu, baik dari unsur birokrasi maupun kekuatan politik yang tidak menginginkan kehadiran organisasi tersebut.

“Inisiatif awal dari Mas Ery, tetapi saat itu kami mendapat benturan dari pihak yang didukung kekuatan politik tertentu,” jelasnya.

Untuk membuktikan legitimasi, digelar pertemuan besar di Gedung Pepabri yang dihadiri sekitar 100 tokoh masyarakat. Forum tersebut difasilitasi oleh DanYon 23 saat itu, Mayor Turi Johar, serta disaksikan perwakilan tingkat provinsi Jawa Tengah.

“Hasilnya, dukungan bulat diberikan kepada saya sebagai ketua. Dari situlah Pemuda Pancasila mulai berdiri di Karanganyar,” tegasnya.

Selain tekanan eksternal, para kader juga ditempa melalui proses internal yang tidak ringan. Agus Pramono Jati atau Bereng mengenang kerasnya pendidikan dan latihan dasar (diksar) Komando Inti Mahatidana (Koti).

Ia mengaku kini sering tertawa saat mengingat pengalaman tersebut. “Dulu saya sampai lari bertelanjang dada saat diksar. Kalau diingat sekarang, terasa berat, tapi saat itu dijalani saja,” ungkapnya.

Pada masa awal berdiri, ia dipercaya menjadi Komandan Koti. Meski latihan yang dijalani keras, ia tetap bertahan karena rasa cinta terhadap organisasi.

Halaman Selanjutnya
img_title