Campak Menyusup di Karanganyar, Dinkes Soroti Celah Imunisasi pada Balita

Ilustrasi
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Penyebaran campak kembali terdeteksi di Kabupaten Karanganyar. Dari 55 laporan kasus suspek yang masuk, delapan balita telah dipastikan positif. 

img_title 12 Siswa di Karanganyar Keracunan, Dinkes Temukan Bakteri di Menu Makan Bergizi Gratis

Meski tidak ada pasien dalam kondisi kritis, Dinas Kesehatan menilai situasi ini sebagai peringatan serius terkait belum meratanya cakupan imunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Dwi Rusharyati, menegaskan bahwa sebagian besar anak yang terinfeksi memiliki riwayat imunisasi yang tidak lengkap.

img_title SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Karanganyar Jalani Inspeksi Dinkes untuk Sertifikat SLHS

“Tidak ada pasien yang sampai dirawat di ICU, sehingga masyarakat tidak perlu panik. Namun ini menjadi catatan penting bahwa masih ada anak yang belum terlindungi optimal,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, anak yang telah mendapatkan imunisasi lengkap cenderung hanya mengalami gejala ringan. Sebaliknya, anak tanpa imunisasi lengkap memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi yang lebih berat.

img_title Tersangka Korupsi Alkes Karanganyar Kembalikan Rp158 Juta, Kerugian Negara Capai Rp2 Miliar

“Kalau imunisasi dijalankan sesuai jadwal, anak akan membentuk kekebalan alami, risiko komplikasi bisa ditekan, dan penularan dapat dikendalikan,” tegasnya.

Hasil surveilans dan penyelidikan epidemiologi menunjukkan bahwa faktor utama penyebaran berasal dari kelompok anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. 

Kondisi ini diperparah oleh masih adanya keraguan di sebagian masyarakat terhadap vaksin.

Menurut Dwi, penolakan imunisasi umumnya dipicu oleh alasan keyakinan hingga kekhawatiran terkait keamanan dan kehalalan vaksin.

“Memang tidak banyak, tetapi tetap memengaruhi cakupan di beberapa wilayah,” katanya.

Secara umum, cakupan imunisasi di Karanganyar telah mendekati target nasional, meski belum mencapai angka maksimal. Dalam konteks penyakit menular seperti campak, celah kecil dalam cakupan imunisasi dapat membuka peluang terjadinya penularan.

Dinas Kesehatan Karanganyar terus meningkatkan kewaspadaan dengan mempercepat penanganan setiap kasus suspek. Pelacakan kontak dan penyelidikan epidemiologi dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga digencarkan melalui kerja sama dengan sekolah dan puskesmas. Upaya ini bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya imunisasi lengkap bagi anak.

“Peran orang tua sangat penting. Jangan menunda imunisasi karena campak bisa menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik,” ujar Dwi.

Ia menambahkan, program imunisasi campak diberikan secara bertahap, mulai usia sembilan bulan, dilanjutkan pada usia 18 bulan, serta saat anak berada di kelas awal sekolah dasar.

Halaman Selanjutnya
img_title