Harga Aspal Melonjak Bikin Perbaikan Jalan Karanganyar Tersendat, Warga Colomadu Protes dan Juluki Jeglongan Sewu
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kenaikan harga aspal membuat Pemerintah Kabupaten Karanganyar belum mampu bergerak cepat dalam memperbaiki jalan rusak.
Di tengah kondisi tersebut, kerusakan jalan terjadi di sejumlah ruas jalan kabupaten, salah satunya di wilayah Colomadu, hingga memicu protes warga.
Sebagai bentuk kekecewaan, warga memasang spanduk di titik jalan rusak. Aksi ini menjadi penanda bahwa persoalan infrastruktur tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan menyeluruh dari pemerintah daerah.
Sorotan publik semakin meluas setelah video yang diunggah akun TikTok milik Edwi Puryono viral. Rekaman tersebut memperlihatkan deretan jalan berlubang di sejumlah titik, terutama di ruas Jalan Sumur Bor tepat di depan kawasan De Colomadu.
Lubang-lubang terlihat mendominasi badan jalan dan memanjang di sepanjang ruas tersebut. Kondisi ini kemudian memunculkan istilah yang digunakan warga, yakni “wisata Jeglongan Sewu”, untuk menggambarkan banyaknya lubang yang tersebar di jalan tersebut.
Dalam video itu juga terlihat warga melakukan perbaikan secara swadaya. Beberapa orang menambal lubang menggunakan semen, sementara lainnya bergotong royong memperbaiki jalan secara sederhana guna mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus sindiran terhadap lambannya penanganan infrastruktur. Warga berharap perbaikan jalan yang sebelumnya masuk dalam janji kampanye pasangan Rober Christanto dan Adhe Eliana dapat segera direalisasikan.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Karanganyar, Asihno Purwadi, menegaskan bahwa perbaikan jalan skala besar masih belum bisa dijalankan dalam waktu dekat.
“Untuk pekerjaan besar yang harus ditenderkan, saat ini memang belum bisa dilaksanakan. Kami masih menunggu kepastian harga material sebagai dasar penyusunan HPS,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komponen utama seperti aspal, solar, serta bahan perekat antara aspal dan agregat belum memiliki harga pasti di pasaran. Informasi dari penyedia material menunjukkan harga baru diperkirakan stabil dalam waktu sekitar 10 hari ke depan.
“Kemungkinan sekitar 10 hari lagi harga material baru bisa keluar yang fix. Setelah itu baru bisa dihitung ulang,” katanya.
Menurutnya, kondisi ini berdampak pada lebih dari 10 paket pekerjaan jalan yang direncanakan tahun ini. Sejumlah proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) juga harus melalui penyesuaian apabila terjadi perubahan metode pekerjaan.