Angin Kencang Robohkan Tenda Pernikahan di Karanganyar, 3 Tamu Terluka
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, berujung insiden robohnya tenda acara pernikahan di Dusun Puntuk Tunggul, Desa Tunggulrejo, Kamis (9/4/2026) sore.
Peristiwa tersebut menyebabkan tiga tamu mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa itu terjadi saat resepsi tengah berlangsung dan dihadiri sejumlah tamu undangan. Hujan yang awalnya turun dengan intensitas sedang mendadak berubah menjadi lebat, disertai angin kencang yang menerpa dari berbagai arah.
Kondisi tersebut membuat suasana yang semula penuh kebahagiaan berubah menjadi kepanikan.
Beberapa saksi di lokasi menyebutkan, tanda-tanda tenda akan roboh sebenarnya sudah terlihat ketika rangka penyangga mulai bergoyang.
Namun, kuatnya hembusan angin membuat struktur tenda tidak mampu bertahan. Dalam waktu singkat, tenda ambruk dan menimpa kursi serta area tempat tamu berkumpul.
Tamu yang berada di bawah tenda langsung berusaha menyelamatkan diri. Sebagian berlarian keluar, sementara lainnya sempat terjebak di bawah material tenda sebelum akhirnya dibantu warga dan panitia acara.
Kepala Desa Tunggulrejo, Parno Karyo Sumarto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa perubahan cuaca terjadi secara tiba-tiba dan sulit diprediksi.
“Cuaca mendadak berubah, hujan deras disertai angin cukup kencang. Tenda tidak kuat menahan beban angin,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).
Akibat insiden tersebut, tiga orang mengalami luka dengan kondisi yang berbeda-beda. Ada korban yang hanya mengalami luka ringan, namun ada pula yang diduga mengalami patah tulang akibat tertimpa rangka tenda.
Warga bersama panitia langsung bergerak cepat melakukan evakuasi. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi warga setempat, terutama dalam menyikapi kondisi cuaca yang belakangan tidak menentu.
Penggunaan tenda atau bangunan sementara dinilai memiliki risiko tinggi apabila tidak didukung konstruksi yang kuat.
Pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggelar acara di luar ruangan, khususnya pada musim hujan yang disertai potensi angin kencang.