Bukan Sekadar Bagi-Bagi Makan, MBG 2026 Karanganyar Disulap Jadi “Ladang Cuan” Petani

MBG 2026 Karanganyar dorong petani lokal, harga panen stabil
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 di Karanganyar tak sekadar urusan dapur dan gizi. Pemerintah daerah kini menargetkan program ini menjadi solusi ganda—menekan angka kekurangan gizi sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani lokal.

img_title PP Muhammadiyah Targetkan UMUKA Solo Sejajar UMS, Muh Samsuri Emban Misi Perkuat Kualitas Kampus

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar, Kamis (9/4/2026). 

Rapat dipimpin Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, bersama jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), unsur TNI, pimpinan perangkat daerah, serta mitra program.

img_title Refocusing Program MBG Prioritaskan pada Daerah Stunting

Fokus utama pembahasan adalah pemanfaatan bahan pangan lokal dalam pemenuhan kebutuhan MBG. Pemerintah daerah ingin memastikan program ini tidak hanya berjalan dari sisi distribusi makanan, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata bagi petani.

Adhe Eliana menegaskan, penggunaan bahan baku dari wilayah sendiri menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

img_title Longsor Putus Akses Antardusun di Jatiyoso Karanganyar, 18 Rumah Warga Terisolasi

“Program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga bagaimana menggerakkan ekonomi lokal. Karena itu, kami mendorong agar bahan pangan berasal dari petani Karanganyar,” ujarnya, Kamis (9/4/2026). 

Ia menambahkan, pelaksanaan MBG selama ini berjalan cukup baik berkat kolaborasi berbagai pihak. Ke depan, perhatian akan difokuskan pada penguatan rantai pasok pangan lokal agar program semakin berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, MBG diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya kelompok rentan, sekaligus menekan angka kekurangan gizi.

Pemkab Karanganyar juga akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga kualitas dan distribusi makanan. Dukungan dari Badan Gizi Nasional (BGN), SPPG, serta berbagai mitra dinilai krusial untuk memastikan program berjalan sesuai target.

Langkah konkret sudah mulai terlihat di lapangan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Bali Ndeso Berbakti telah menggandeng petani lokal untuk memasok kebutuhan sayur dan bahan dapur MBG.

Pengurus yayasan, Aji Sudarsono, mengatakan pihaknya berperan menjembatani petani agar mampu memasok bahan pangan secara berkelanjutan dengan tetap memenuhi standar kualitas, kuantitas, dan keamanan pangan.

“Kami mendorong petani untuk menjaga kualitas hasil panen, termasuk menekan penggunaan pestisida, sehingga produk yang masuk ke dapur MBG benar-benar layak konsumsi,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title