Penataan Colomadu Digodok, Rumah Tua di Kawasan Segitiga Emas Disiapkan Jadi Sentra Kuliner

Anggota Komisi B DPRD Karanganyar Joko Pramono
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Penataan kawasan Colomadu mulai digas serius. Deretan rumah tua peninggalan Belanda disiapkan menjadi magnet kuliner baru, pedagang kaki lima (PKL) bakal dipusatkan, sementara akses jalan akan ditata dengan pembatasan kendaraan berat demi mengangkat daya tarik ekonomi di kawasan strategis tersebut.

img_title PP Muhammadiyah Targetkan UMUKA Solo Sejajar UMS, Muh Samsuri Emban Misi Perkuat Kualitas Kampus

Dorongan itu disampaikan tokoh masyarakat sekaligus anggota Komisi B DPRD Karanganyar Fraksi PDIP, Joko Pramono. Ia menilai Colomadu memiliki potensi besar yang selama ini belum dimaksimalkan secara terstruktur.

“Konsepnya jelas, kawasan ini harus ditata lebih tertib, lebih hidup, dan punya daya tarik kuat. Minat pelaku usaha sudah tinggi,” ujar pria yang akrab disapa Jokpram disela bakti sosial pada VIVA Jogja di DPC PDIP Karanganyar, Jumat (10/4/2026). 

img_title Longsor Putus Akses Antardusun di Jatiyoso Karanganyar, 18 Rumah Warga Terisolasi

Menurut Joko, komunikasi awal dengan pemerintah kecamatan telah dilakukan. Dalam waktu dekat, para pelaku usaha dan stakeholder akan dikumpulkan dalam forum diskusi untuk menyatukan konsep penataan kawasan.

Salah satu kekuatan utama Colomadu, lanjut dia, terletak pada bangunan lawas bergaya kolonial yang masih terjaga. 

img_title Perangkat Desa di Karanganyar Diciduk Saat Ambil Tempelan Sabu, Mengaku Sudah 5 Kali Membeli

Selama ini, bangunan tersebut telah dimanfaatkan sebagai tempat usaha tanpa mengubah struktur utama, sehingga tetap mempertahankan nilai estetika.

Aset tersebut berada di bawah pengelolaan Mangkunegaran. Sejumlah usaha kuliner seperti kafe, warung makan, hingga olahan ikan telah lebih dulu beroperasi dan menjadi bukti hidupnya potensi kawasan tersebut.

“Artinya pasar sudah ada. Tinggal bagaimana penataannya dibuat lebih rapi dan terkonsep,” katanya.

Penataan tidak hanya menyasar bangunan, tetapi juga wajah kawasan secara menyeluruh. Wilayah Sumurbor di depan Colomadu dipandang sebagai titik paling strategis untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.

Dalam skema tersebut, PKL yang selama ini tersebar di sepanjang jalan akan direlokasi ke satu kawasan khusus berupa shelter terpadu.

Langkah ini dilakukan untuk menciptakan kawasan yang lebih tertib tanpa menghilangkan ruang usaha masyarakat.

“PKL bukan dihilangkan, tapi ditata. Dipusatkan di lokasi yang layak. Datanya sudah ada, jadi tinggal penataan,” tegasnya.

Dari sisi infrastruktur, pembenahan jalan juga menjadi prioritas. Akses jalan akan diperhalus dan ditata ulang, termasuk rencana pembatasan kendaraan berat seperti truk. Kawasan ini nantinya diarahkan lebih ramah bagi kendaraan ringan dan pengunjung.

Halaman Selanjutnya
img_title