Solo Peace Convoy Angkat Isu Gaza di CFD Solo Lewat Aksi Teatrikal
- Ist/VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Solo Peace Convoy menggelar aksi teatrikal bertema Palestina di Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Solo, Ahad (12/04/2026). Lewat pertunjukan visual di ruang publik, isu Gaza hingga akses Masjid Al-Aqsa disampaikan langsung kepada masyarakat.
Kegiatan di bawah naungan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) ini berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, membentang dari kawasan Gendengan hingga Bundaran Gladak. Sekitar 20 kelompok terlibat, mayoritas berasal dari pondok pesantren di Solo Raya.
Para peserta menampilkan teatrikal yang menggambarkan kondisi warga Palestina di tengah konflik. Konsep ini dipilih agar pesan kemanusiaan dapat lebih mudah diterima masyarakat yang tengah beraktivitas di CFD.
Koordinator Solo Peace Convoy, Muhammad Abdul Aziz Al Hafidz, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk komitmen untuk terus menyuarakan isu Palestina.
“Aksi ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin menyampaikan bahwa kepedulian terhadap Palestina harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ada tiga isu utama yang diangkat dalam aksi tersebut. Pertama, sorotan terhadap blokade Jalur Gaza yang dinilai masih memperburuk kondisi warga sipil.
“Kondisi di Gaza masih jauh dari kata aman. Blokade yang berlangsung berdampak besar bagi kehidupan masyarakat sipil,” kata Hafidz.
Kedua, kampanye terkait akses ke Masjid Al-Aqsa yang kembali dibuka setelah sempat ditutup selama 40 hari.
“Kami juga ingin mengingatkan bahwa akses ibadah di Al-Aqsa sempat dibatasi. Ini menjadi perhatian penting bagi umat Islam,” lanjutnya.
Ketiga, penolakan terhadap wacana hukuman mati bagi tahanan Palestina yang dinilai bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia.
“Wacana tersebut tentu menjadi keprihatinan bersama karena menyangkut hak hidup seseorang,” tegasnya.
Selama aksi berlangsung, sejumlah pengunjung CFD tampak berhenti untuk menyaksikan pertunjukan. Beberapa di antaranya juga mengabadikan momen tersebut.
Aksi berjalan tertib dan tidak mengganggu aktivitas utama CFD. Hafidz berharap kegiatan ini dapat menjaga kepedulian masyarakat terhadap kondisi di Palestina.
“Harapannya, masyarakat tidak melupakan isu kemanusiaan ini dan tetap memberikan perhatian,” pungkasnya.