Asrama Atlet Disabilitas Pertama di RI Berdiri di Karanganyar, Jateng Gelontorkan Bonus Rp10 Miliar
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Asrama terpadu atlet disabilitas pertama di tingkat provinsi resmi berdiri di Karanganyar, Jawa Tengah, disertai kucuran bonus lebih dari Rp10 miliar bagi peraih medali ASEAN Para Games 2025.
Jawa Tengah mencetak tonggak penting dalam pembinaan olahraga disabilitas. Sebuah asrama terpadu milik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah kini resmi berdiri di Dukuh Jumok, Kelurahan Delingan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar.
Fasilitas ini disebut sebagai yang pertama di Indonesia untuk level provinsi dan menjadi simbol keseriusan daerah dalam mendorong prestasi atlet disabilitas secara berkelanjutan.
Keberadaannya diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar atlet yang selama ini masih bergantung pada sistem asrama sewa.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Tengah, Muhammad Masrofi, menjelaskan bahwa asrama tersebut dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 1.749 meter persegi.
Bangunan tiga lantai itu dirancang mampu menampung hingga 200 atlet dengan fasilitas yang lebih layak dan terintegrasi.
Pembangunan asrama dimulai sejak Januari hingga Oktober 2025. Menariknya, proyek ini sebagian besar dibiayai secara swadaya oleh atlet, pelatih, serta pengurus NPCI Jawa Tengah dengan total anggaran mencapai Rp22,06 miliar.
Sementara itu, dukungan pemerintah melalui hibah APBD Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 sebesar Rp870 juta digunakan untuk melengkapi sarana dan prasarana.
“Selama ini atlet masih menggunakan asrama sewa. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan aksesibilitas, kenyamanan, dan prestasi atlet semakin meningkat,” ujar Masrofi.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi resmikaj Asrama dan Bonus Atlet Disabilitas
- VIVA Jogja
Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini baru Jawa Tengah yang memiliki asrama terpadu khusus atlet disabilitas di tingkat provinsi.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan perhatian besar terhadap kesejahteraan atlet melalui pemberian tali asih dengan nilai fantastis.
Sebanyak 85 atlet asal Jawa Tengah yang tergabung dalam kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games ke-13 tahun 2025 di Thailand berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Mereka menyumbangkan 44 medali emas, 33 perak, dan 39 perunggu, atau sekitar 32,5 persen dari total kekuatan Indonesia.
Secara nasional, Indonesia mengoleksi 135 emas, 144 perak, dan 114 perunggu, serta menempati posisi runner-up di bawah tuan rumah Thailand.