Gubernur Jateng Tinjau Banjir di Bantaran Bengawan Solo di Karanganyar Usai Resmikan Asrama Atlet Disabilitas
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengunjungi lokasi banjir di Karanganyar, di tengah kondisi Solo Raya yang masih terdampak banjir, usai meresmikan asrama terpadu atlet disabilitas tingkat provinsi.
Kunjungan dilakukan di Dusun Daleman, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Rabu (15/4/2016).
Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Wakil Bupati Ade Eliana.
Untuk mencapai lokasi permukiman warga, rombongan harus berjalan kaki menyusuri pematang sawah. Langkah ini dilakukan guna memastikan kondisi riil di lapangan, di mana genangan air masih dirasakan warga meski mulai berangsur surut.
Di hadapan warga, gubernur menyampaikan dukungan sekaligus memastikan penanganan terus berjalan.
“Tetap semangat nggih. Kita tinjau bersama, semoga genangan segera surut,” ujar Luthfi pada warga korban banjir luapan sungai Bengawan Solo, Rabu (15/4/2026).
Ia menegaskan, penanganan banjir dilakukan secara bertahap, mulai dari langkah darurat hingga upaya jangka panjang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait pengendalian banjir di sepanjang aliran Bengawan Solo.
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah mengusulkan pemasangan parabag atau trapbag sepanjang 200 meter untuk menahan luapan air.
“Ini memang kewenangan BBWS, tetapi kami sudah berkoordinasi. Upaya sementara harus segera dilakukan agar dampaknya tidak meluas,” jelasnya.
Sejumlah dinas juga telah diterjunkan ke lokasi, mulai dari Dinas Sosial, BPBD, hingga Dinas PUPR. Mereka bertugas mempercepat penanganan sekaligus melakukan pendataan warga terdampak.
Selain peninjauan, bantuan logistik turut disalurkan ke wilayah terdampak, termasuk di Kota Surakarta. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan bantuan diberikan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi.
“Bantuan ini kami salurkan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa darurat,” ujarnya.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp81.836.520. Bantuan meliputi makanan siap saji, lauk pauk, tenda keluarga, kasur, selimut, hingga perlengkapan keluarga dan anak-anak.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan distribusi bantuan dilakukan secara tepat sasaran. Pemantauan kondisi di lapangan juga terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan situasi.