Banjir Solo 15 April 2026: 1.081 Keluarga Terdampak di 11 Kelurahan
- Ist/VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Banjir yang melanda Kota Solo sejak Selasa (14/4/2026) hingga Rabu menyebabkan 1.081 keluarga terdampak dan memaksa lebih dari 100 warga mengungsi di sejumlah titik darurat.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Solo mencatat banjir merendam 11 kelurahan di empat kecamatan: Laweyan, Pasar Kliwon, Serengan, dan Jebres.
Wilayah Kedunglumbu menjadi yang paling terdampak dengan 230 keluarga, disusul Tipes (211 keluarga) dan Panularan (187 keluarga). Sementara Kelurahan Laweyan tercatat paling sedikit terdampak, hanya sembilan keluarga.
Sebanyak 109 warga mengungsi di enam lokasi berbeda. Mereka berasal dari berbagai kelompok rentan, mulai dari lansia hingga anak-anak dan balita.
Kondisi ini membuat kebutuhan logistik dan layanan dasar menjadi prioritas utama di lokasi pengungsian.
Kepala Pelaksana BPBD Solo, Ari Dwi Daryatmo, menegaskan pihaknya bergerak cepat sejak awal kejadian.
“Kami melakukan asesmen, evakuasi warga, serta berkoordinasi dengan pemangku wilayah untuk penanganan banjir,” ujarnya.
BPBD juga telah menyalurkan bantuan berupa 70 matras, 70 selimut, enam boks hygiene kit, paket sembako, serta mendirikan dapur umum di sejumlah titik.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Solo, Samsu Tri Wahyudin, memastikan kebutuhan pengungsi tetap terpenuhi.
“Ada dua dapur umum yang kami operasikan. Di Kantor Dinsos dikelola Tagana dan ASN, sedangkan di Taman Pringgondani Tipes melibatkan PKK dan SIBAT PMI,” jelasnya.
Selain dapur umum, bantuan logistik seperti makanan siap saji, selimut, perlengkapan anak, pakaian, dan tenda darurat juga telah disalurkan ke wilayah terdampak seperti Joyotakan, Tipes, dan Panularan.
Hingga Rabu siang, penanganan banjir di Kota Solo masih terus dilakukan. Pemerintah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan di tengah cuaca yang masih berpotensi hujan.