UIN Raden Mas Said Bangun Kampus Baru di Karanganyar, Rp40 M Digelontorkan, Siap Beroperasi 2026
- Ist
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Pengembangan Kampus 3 UIN Raden Mas Said Surakarta di Kabupaten Karanganyar terus bergerak. Pembangunan tahap awal ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat dan gedung pertama diharapkan sudah dapat difungsikan pada akhir 2026.
Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Raden Mas Said Surakarta, Raden Lukman Fauroni mengatakan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar semakin menguat setelah dilakukan audiensi.
Menurutnya, sinergi ini menjadi dorongan penting untuk merealisasikan harapan masyarakat terhadap perluasan akses pendidikan tinggi.
“Alhamdulillah, kami semakin mendapatkan dukungan. Ini menjadi energi bagi kami untuk menghadirkan kampus yang benar-benar memberi manfaat,” ujar Lukman usai audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar di Rumah Dinas Bupati.
Ia menjelaskan, proses pengembangan kampus di Karanganyar sebenarnya telah dimulai sejak beberapa tahun lalu.
Tahap awal difokuskan pada pematangan lahan, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan rencana induk pembangunan. Setelah itu, pematangan lahan kembali dilakukan sebelum akhirnya memasuki tahap konstruksi.
Pada tahun ini, pembangunan akan difokuskan pada satu gedung pendidikan multifungsi atau student center yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 10 hektare. Saat ini, proyek tersebut tengah memasuki proses lelang.
“Insyaallah dalam waktu dekat mulai dikerjakan. Gedung ini akan menjadi tahap awal dan langsung difungsikan setelah selesai,” jelasnya, .
Untuk pembangunan tahap pertama, anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp40 miliar. Dana tersebut bersumber dari Badan Layanan Umum (BLU) kampus.
Sementara secara keseluruhan, kebutuhan pengembangan kampus diperkirakan mendekati Rp1 triliun, yang akan direalisasikan secara bertahap.
“Kami menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Yang penting pembangunan terus berjalan dan berkelanjutan,” kata Lukman.
Ke depan, pembangunan fasilitas pendidikan akan terus dilanjutkan pada tahap berikutnya. Pihak kampus juga membuka kemungkinan memindahkan sejumlah aktivitas akademik ke lokasi baru, termasuk kegiatan besar seperti wisuda.
Pemilihan Karanganyar sebagai lokasi kampus baru dinilai strategis. Selain masih minim perguruan tinggi, daerah ini juga memiliki komitmen kuat dalam pengembangan sektor pendidikan.
“Ini sejalan dengan arah pembangunan daerah. Jadi seperti gayung bersambut antara kebutuhan kampus dan visi pemerintah daerah,” ungkapnya.