PDIP Karanganyar Tandai Hari Kartini dengan Ziarah dan Panen Raya Jagung

Ketua DPRD Jateng & Bupati Rober ziarah ke makam Nyi Ageng Karang
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Peringatan Hari Kartini 2026 di Kabupaten Karanganyar tak sekadar seremoni. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Karanganyar memilih cara berbeda: menapaktilasi jejak sejarah dengan berziarah ke makam Raden Ayu Sulbiyah, sosok yang lebih dikenal sebagai Nyi Ageng Karang, Selasa (21/4/2026).

img_title Golkar Karanganyar Bangun Mesin Politik Berbasis Data dan AI, Siapkan Strategi Menuju Pemilu 2029

Sejak pagi, ratusan kader memadati area makam. Jajaran pengurus DPC, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, hingga anggota fraksi larut dalam suasana khidmat. 

Doa bersama dan tabur bunga menjadi simbol penghormatan atas jasa tokoh perempuan yang diyakini memiliki peran penting dalam perjalanan berdirinya Karanganyar.

img_title PP Muhammadiyah Targetkan UMUKA Solo Sejajar UMS, Muh Samsuri Emban Misi Perkuat Kualitas Kampus

Namun, bagi PDIP Karanganyar, ziarah ini bukan sekadar ritual tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi panggilan untuk menghidupkan kembali semangat juang yang diwariskan Nyi Ageng Karang—perempuan tangguh yang tak hanya dikenal sebagai istri Pangeran Diponegoro, tetapi juga sebagai pejuang yang ikut melawan penjajahan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Karanganyar, Rober Christanto, menegaskan bahwa sosok Nyi Ageng Karang adalah representasi keberanian, keteguhan, dan pengabdian tanpa pamrih.

img_title Longsor Putus Akses Antardusun di Jatiyoso Karanganyar, 18 Rumah Warga Terisolasi

“Beliau bukan sekadar tokoh sejarah. Nyi Ageng Karang adalah simbol perlawanan dan pengabdian. Semangatnya harus hidup, bukan hanya dikenang,” tegas Rober.

Menurutnya, momentum Hari Kartini menjadi titik refleksi bagi kader partai untuk tidak berhenti pada wacana, melainkan bergerak nyata di tengah masyarakat.

Ia menekankan pentingnya keberpihakan kader terhadap persoalan riil warga, terutama dalam aspek ekonomi dan ketahanan pangan.

Salah satu langkah konkret yang didorong adalah pemanfaatan lahan-lahan tidur menjadi produktif. Bagi Rober, gerakan sederhana ini bisa menjadi solusi nyata sekaligus wujud keberpihakan kepada rakyat.

“Kader harus hadir dengan aksi, bukan sekadar narasi. Lahan kosong jangan dibiarkan. Harus diolah, ditanami, dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali nilai gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia sejak dahulu. 

Menurutnya, semangat kebersamaan inilah yang dulu menguatkan perjuangan para tokoh bangsa, termasuk Nyi Ageng Karang.

Di sisi lain, peringatan Hari Kartini juga menjadi momentum untuk mendorong peran perempuan semakin strategis di berbagai sektor. Rober menilai, perempuan hari ini harus berani mengambil peran, tidak hanya di ranah domestik, tetapi juga dalam pembangunan dan pengambilan keputusan.

Halaman Selanjutnya
img_title