Tembok Prabuwinatan Keraton Surakarta Akhirnya Dipugar, Sempat Terbengkalai Bertahun-tahun

Pemugaran tembok Prabuwinatan di Keraton Surakarta resmi dimulai ini
Sumber :
  • VIVA Jogja

SOLO, VIVA Jogja - Sempat ambruk dan terbengkalai selama bertahun-tahun, tembok nDalem Prabuwinatan di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akhirnya dipugar. Proyek ini berjalan setelah izin resmi dari otoritas keraton diterbitkan.

img_title Viral Baliho di Gladag Solo, Filosofi Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti Jadi Sorotan

Izin pemugaran diberikan oleh KGPH Panembahan Agung Tedjowulan setelah menerima permohonan resmi dari Dra. Krisnina Akbar Tanjung, M.Si., selaku Ketua Yayasan Kusumo Buwono dan Yayasan Warna Warni Indonesia.

Juru bicara keraton, Candra Malik Pakoenegoro, menjelaskan bahwa izin tersebut dituangkan dalam surat bernomor 19/SKMK.08.2026/PAKKSH/IV/2026. 

img_title Keraton Surakarta Gelar Cek Kesehatan Gratis, PB XIV Hangabehi Berbaur dengan Abdi Dalem dan Warga

Ia menegaskan bahwa nDalem Prabuwinatan merupakan bagian dari kawasan cagar budaya nasional, sehingga setiap upaya perbaikan wajib mendapatkan persetujuan resmi dan mengikuti ketentuan pelestarian.

“Dalam pelaksanaannya, koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah menjadi keharusan agar pemugaran sesuai kaidah pelestarian cagar budaya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026). 

img_title Festival Balon Udara Perdana di Solo Diserbu Ribuan Warga, Gladag hingga Klewer Macet

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 208/M/2017 tertanggal 3 Agustus 2017.

Selanjutnya, melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026 tertanggal 12 Januari 2026, pemerintah menunjuk KGPH Panembahan Agung Tedjowulan sebagai pelaksana pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kawasan tersebut.

Selain itu, pihak keraton juga menerima tembusan surat dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 76/L/KB.10.01/2026 terkait rekomendasi pelaksanaan kajian teknis dan pemugaran tembok Prabuwinatan. 

Dokumen tersebut menjadi salah satu dasar dalam penerbitan izin pemugaran.

Sebelumnya, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan menghadiri pergelaran budaya “Tribute to National Heritage Keraton Surakarta” di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 9 Februari 2026. 

Acara yang diselenggarakan Yayasan Kusumo Buwono dan Yayasan Warna Warni Indonesia itu turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penggalangan dana untuk mendukung pemugaran tembok nDalem Prabuwinatan, sebagai bentuk partisipasi publik dalam pelestarian warisan budaya.

Memasuki tahap pelaksanaan, awal pekan ini pemugaran diawali dengan prosesi wilujengan di pelataran nDalem Prabuwinatan sebagai bagian dari tradisi budaya setempat.

Untuk memastikan kelancaran pekerjaan, keraton menugaskan empat sentana dalem sebagai pendamping, yakni KPH Joyo Adilogo, KRMH Suryo Manikmoyo, KRMH Suryo Kusuma Wibawa, dan KRMH Surya Adimijaya.

Halaman Selanjutnya
img_title