39 Kepala Sekolah Baru Dilantik di Karanganyar, Rober Tekankan Ngayemi, Ngayomi, Ngayani
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Sebanyak 39 guru resmi diangkat menjadi kepala sekolah oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto, sebagai bagian penataan dan peningkatan kualitas pendidikan, Jumat (24/4/2026).
Penyerahan Surat Keputusan (SK) tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar dan dihadiri Wakil Bupati Adhe Eliana bersama sejumlah pejabat terkait.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam memperkuat sektor pendidikan melalui penyegaran kepemimpinan di tingkat satuan pendidikan.
Dalam arahannya, Bupati Rober menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran kunci dalam menentukan kualitas pendidikan.
Ia menekankan bahwa kepala sekolah tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga harus mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan.
“Kepala sekolah harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membangun hubungan sosial yang harmonis,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Rober juga menekankan filosofi kepemimpinan yang harus dipegang, yakni ngayemi, ngayomi, dan ngayani.
Menurutnya, kepala sekolah harus mampu menghadirkan rasa tenteram, memberikan perlindungan, serta melayani seluruh warga sekolah.
Ia menyebut, suasana sekolah yang “ayem” akan membuat guru dan siswa merasa nyaman, sehingga proses belajar mengajar berjalan optimal. Bahkan, kondisi tersebut dapat menumbuhkan rasa rindu untuk kembali ke sekolah.
“Kalau lingkungan sekolah nyaman, siswa akan betah, guru juga semangat mengajar, dan orang tua semakin percaya,” katanya.
Selain itu, kepala sekolah juga dituntut menjadi motivator yang mampu menghadirkan inovasi serta gebrakan positif di lingkungan sekolah.
“Sekolah harus menjadi tempat yang dirindukan. Anak-anak ingin kembali karena suasananya menyenangkan,” imbuhnya.
Rober juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga.
“Peran orang tua sangat penting. Harus ada sinergi antara sekolah dan wali murid,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut profesi guru sebagai bentuk “sedekah tertinggi” karena memiliki peran besar dalam mengubah masa depan seseorang.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Bupati juga mengingatkan agar pihak sekolah mampu mengelola sumber daya secara bijak.