Miris, Warga Kaliboto Iuran Perbaiki Jalan Rusak, DPUPR Karanganyar Cuma Pasang Papan

Uang receh dikumpulkan, tenaga dikerahkan—warga Kaliboto perbaiki jalan sendiri, saat pemerintah masih merencanakan.
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja -Aksi gotong royong warga Desa Kaliboto, Karanganyar, berubah menjadi potret keprihatinan. Jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki memaksa warga patungan secara sukarela demi memulihkan akses vital tersebut.

img_title Polisi Ungkap Kronologi Kebakaran PT Porto di Karanganyar, Peliputan Wartawan Diwarnai Pengusiran

Jalan penghubung Denok (Bendungan) menuju Pojok di Desa Kaliboto menjadi sorotan setelah lama mengalami kerusakan tanpa penanganan yang jelas dari pemerintah daerah. 

Kondisi tersebut akhirnya mendorong warga untuk bertindak sendiri, menutup kekosongan peran yang seharusnya diambil oleh pemerintah.

img_title Asap Hitam Membumbung di Jalur Solo–Sragen, Kebakaran Hebat Landa Pabrik PT Porto Indonesia Sejahtera di Karanganyar

Dengan kemampuan terbatas, masyarakat mengumpulkan iuran secara sukarela. 

Dana dihimpun sedikit demi sedikit dari warga untuk memperbaiki jalan yang menjadi jalur utama aktivitas sehari-hari. Meski kondisi ekonomi sebagian warga tergolong pas-pasan, semangat gotong royong tetap terjaga. 

img_title Jumog River Tubing Adventure, Cara Seru Menikmati Sungai di Lereng Lawu Cuma Rp25 Ribu

Demi jalan di desanya kembali layak dilalui, warga rela menyisihkan penghasilan mereka, bahkan dari kebutuhan sehari-hari.

Perbaikan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Untuk mendukung proses tersebut, akses jalan bahkan ditutup sementara sejak Minggu (26/4/2025), dengan target pengerjaan sekitar satu pekan agar hasil perbaikan bisa maksimal dan dapat segera dimanfaatkan kembali oleh warga.

Langkah ini diambil karena warga menilai belum ada tindakan nyata dari pemerintah kabupaten terhadap kerusakan jalan tersebut.

Padahal, secara administratif, daerah telah memiliki dokumen perencanaan pembangunan yang seharusnya dapat menjadi dasar pelaksanaan perbaikan infrastruktur. Namun dalam praktiknya, realisasi di lapangan dinilai belum berjalan.

Ironisnya, di tengah upaya swadaya masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar justru hanya memasang papan informasi yang menyebutkan bahwa ruas jalan masih dalam tahap perencanaan. 

Padahal, warga sudah jauh hari mengumpulkan dana secara bertahap—menyisihkan penghasilan seadanya—demi memperbaiki jalan tersebut. Keberadaan papan tersebut pun dinilai tidak memberikan solusi konkret bagi warga yang setiap hari terdampak kondisi jalan rusak.

Koordinator Forum Masyarakat Peduli Karanganyar (FMPK), Andriyanto atau yang akrab disapa Andre Heho, menilai langkah tersebut mencerminkan respons yang lemah dari OPD teknis. 

Ia menyebut pemasangan papan nama tanpa diikuti tindakan nyata sebagai bentuk formalitas birokrasi yang tidak menyentuh kebutuhan masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title