Kisah Heroik Bripka I Gede Bayu Perdana, Hampir Kehilangan Nyawa Saat Memburu Pengedar Narkoba di Kebumen
- Kloase VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Risiko tugas kepolisian kembali tergambar dari kisah Brigadir Kepala (Bripka) I Gede Bayu Perdana, anggota Polres Karanganyar yang nyaris kehilangan nyawa saat memburu pelaku narkoba.
Peristiwa tersebut terjadi pada Mei 2016, ketika pria yang akrab disapa Bli dikalangan wartawan ini, masih berpangkat Briptu dan bertugas di Satuan Reserse Narkoba Polres Kebumen.
Dalam operasi itu, ia berperan sebagai tim intai untuk memastikan target benar-benar menguasai barang bukti sebelum dilakukan penindakan.
Situasi yang semula berjalan terukur mendadak berubah cepat ketika target berupaya melarikan diri. Tanpa banyak waktu untuk berpikir, Bli langsung melakukan pembuntutan.
Kejaran berlangsung di jalur Gombong–Karanganyar, salah satu ruas jalan utama dengan arus lalu lintas yang padat.
Dalam pelarian tersebut, target mengemudikan kendaraan secara ugal-ugalan dan menyalip truk di jalan sempit.
Kondisi itu membuat situasi menjadi sangat berisiko, tidak hanya bagi petugas, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
Dalam posisi genting, Bli mengambil keputusan cepat di lapangan untuk mencegah pelaku kabur sekaligus mengamankan barang bukti.
Namun, keterbatasan ruang gerak di jalan membuat keadaan sulit dikendalikan. Benturan keras dengan kendaraan dari arah berlawanan pun tidak terhindarkan.
Kecelakaan tersebut menyebabkan Bli mengalami luka serius. Ia tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Selama hampir satu minggu, ia menjalani perawatan intensif dalam kondisi koma.
“Risiko itu selalu ada dalam tugas, tapi itu bagian dari pengabdian,” ujar Bli mengenang peristiwa tersebut, Rabu (29/4/2026).
Jauh sebelum peristiwa itu terjadi, perjalanan Bli menjadi anggota Polri telah dimulai sejak masa kecil.
Ia merupakan anak sulung dari pasangan I Nyoman Sumaba dan Prihatin Sri Handayani. Sosok ayahnya yang merupakan Bintara Penyidik reserse di Polres Karanganyar pada era 1990-an menjadi inspirasi utama.
Lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia kepolisian membuat Bli memahami bahwa profesi tersebut bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang tanggung jawab dan risiko. Dan cita-cita menjadi polisi pun tumbuh dan bertahan hingga ia dewasa.